Ilustrasi. (Corbis)
DANA yang berasal dari sumbangan yang diberikan dermawan asal Amerika Serikat mulai meningkat, seperti sebelum kondisi resesi ekonomi dunia. Besarnya angka ini berkat sumbangan sangat besar yang diberikan beberapa pendonor.
Dalam laporan tahunannya, The Chronicle of Philanthropy menyatakan bahwa dari 50 orang paling dermawan yang berjanji memberikan donasi pada 2011, jika ditotal jumlahnya mencapai USD10,4 miliar atau setara dengan Rp92,6 triliun (Rp8,905 per USD).
Pada 2010, secara total para pendonor menyumbang USD3,3 miliar (Rp29,3 triliun). Ini merupakan jumlah terkecil sejak Chronicle mulai melacak jumlah sumbangan para pendonor pada 2000. Sebagai perbandingan, sepuluh tahun lalu, secara total 50 pendonor dengan donasi paling banyak memberikan USD12,5 miliar (Rp111,3 triliun).
Tahun ini, dua orang pendonor besar absen dalam daftar 50 pendonor dengan sumbangan terbesar. Mereka adalah Bill Gates dan Warren Buffett. Mereka tidak masuk karena Chronicle tidak memasukkan pembayaran atas janji yang diberikan beberapa tahun sebelumnya. Tahun lalu, Gates dan Buffet memang membayar dengan jumlah besar untuk menepati janji masa lalunya.
Rata-rata orang daftar 50 pendonor terbesar menyumbangkan USD61 juta pada 2011. Dibandingkan 2010, jumlahnya hanya USD39,6 juta. Sebanyak 29 pendonor dalam daftar 50 pendonor terbesar menyumbangkan USD50 juta atau lebih.
Sebanyak 19 orang memberikan hadiah besar untuk universitas, termasuk 10 orang yang tidak menyumbang ke almamaternya. Demikian seperti dikutip dari AP, Kamis (9/2/2012).
Pendonor terbesar tahun lalu adalah dermawan Margaret A Cargill. Dia merupakan ahli waris agribisnis yang meninggal pada 2006. Namun harta miliknya ditempatkan di dua yayasan sebesar USD6 miliar (Rp53,4 triliun).
Sumbangan terbesar kedua pada 2011 diberikan bos perusahaan baja asal Pittsburgh, William S Dietrich II. Dia meninggal tahun lalu, namun meninggalkan donasi sebesar USD500 juta untuk sebuah yayasan yang didirikan dengan namanya untuk mendukung perguruan tinggi.
Penyumbang terbesar ketiga adalah salah satu pendiri Microsoft, Paul G Allen. Dia mendonasikan uangnya ke Allen Institute for Brain Science, Seattle’s Experience Music Project, dan lembaga amal lainnya sebesar USD372,6 juta. Chronicle melaporkan ada 76 penyumbang dengan nama anonim pada 2011, yang jika ditotal jumlahnya mencapai USD546 juta.
(rhs)