Getting Time...

Harvard Usir Kedutaan Kamerun

Hanna Meinita
Kamis, 09 Februari 2012 15:04 wib
Foto: Kedutaan Besar Kamerun di Amerika Serikat (Ambacam-usa)
Foto: Kedutaan Besar Kamerun di Amerika Serikat (Ambacam-usa)
WASHINGTON - Yayasan Harvard University di Amerika Serikat meminta hakim federal agar memerintahkan US Marshals Service untuk mengusir Kedutaan Besar Kamerun dari gedung mereka di kawasan Georgetown.  
Gedung yang berlokasi di Wisconsin Avenue dan R Street NW, Washington ini memang dimiliki Harvard. Seperti dilaporkan Legal Times, Kamis (9/2/2012), universitas telah memberitahu negara Afrika tersebut agar memperpanjang sewa bangunan yang habis pada 31 Januari. Namun Kedutaan Kamerun tidak melakukannya. Dan kini, Harvard ingin Kedutaan Kamerun keluar dari tempat itu.
 
Kedutaan menyewa gedung Harvard sejak April 2010. Gedung di Wisconsin Avenue disewa karena Kedutaan Kamerun yang ada di Massachusetts Avenue, sedang direnovasi. Menurut perjanjian, kedutaan membayar USD1 juta atau setara dengan Rp8,9 miliar (Rp 8905 per USD) untuk membayar sewa.
 
Berdasarkan UU Kekebalan Kedaulatan Asing, kedutaan asing memiliki kekebalan terhadap klaim sipil di Amerika. Namun saat menyewa gedung Harvard, kedutaan setuju untuk melepaskan setiap kekebalan sebagai bagian dari perjanjian guna usaha dengan yayasan. Menurut Fox News, sepertinya US Marshal Service akan mengikuti perintah pengadilan. Perwakilan kedutaan juga belum memberikan komentar mengenai hal ini.
 
Kedutaan Kamerun di Massachusetts Avenue merupakan bangunan bergaya puri yang memiliki sejarah panjang. Dibangun oleh arsitek George Oakley Totten Jr pada 1906 untuk diplomat Norwegia Kristen Hauge. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan paling khas di antara gedung kedutaan lainnya, Embassy Row.
 
Menurut catatan sejarah, Hague yang meninggal karena kecelakaan ski di Norwegia pada musim dingin 1907, tidak pernah menyaksikan penyelesaian pembangunan rumahnya.
 
Yayasan Harvard juga memiliki bangunan bersejarah di Georgetown, Dumbarton Oaks yang terletak satu blok di sebelah timur bangunan yang tengah menjadi masalah.
(rhs)
TWITTER »
twit