Getting Time...

Andika, Dosen Pecinta Modifikasi Motor

Prabowo
Rabu, 08 Februari 2012 11:01 wib
Andika Kairuliawan (Foto: Prabowo/okezone)
Andika Kairuliawan (Foto: Prabowo/okezone)
YOGYAKARTA – Andika Kairuliawan kecewa pada produk modifikasi motor yang dibelinya. Kini, dosen Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) itu pun membuka bengkel khusus modifikasi motor.

Bengkel Balu Oto Work (BOW) milik Andika berada di Jalan Pramuka No 53 Giwangan Umbulharjo Yogyakarta. Bengkel modifikasi itu didirikan awal Mei 2011 bersama teman komunitas Yamaha Byson Yogyakarta, Irfan Sajadi.

"Awalnya kami sama-sama kecewa membeli produk modifikasi dari orang lain, kemudian terinspirasii untuk membuat sendiri," kata Andika kepada okezone, baru-baru ini.

Ketika baru satu bulan mengeluti dunia modifikasi motor, pria yang masih lajang ini memberanikan diri ikut dalam kompetisi modifikasi motor se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tidak disangka, dia menjadi juara I dari sekira 80 kontestan yang ada. Kemenangannya pun menarik minat konsumen untuk memesan modifikasi dari bengkelnya.

Pria yang sedang menempuh studi S-2 di Kampus UTY ini mengimbuhkan, September 2011 lalu, dia juga ikut kompetisi tingkat nasional yang digelar oleh Disdikpora. "Kami Juara II Nasional dan dapat uang pembinaan Rp40 juta. Dari situ juga mulai ramai pesanan," imbuhnya.

Permintaan datang dari komunitas maupun teman di Facebook dari berbagai negara. Tercatat, BOW milik Andika pernah menangani pesanan dari Malaysia, Peru, Argentina, Belanda, dan Brasil.

Saat ini, sudah ada sembilan reseler (bengkel) yang memasarkan produk BOW hasil garapan pria bertubuh kecil itu. Kesembilan bengkel itu berada di Medan (Sumatra), Tarakan (Kalimantan Timur), Lombok (NTT), Jakarta, dan Yogyakarta.

Andika menerapkan model pemasaran menjemput bola. Dia aktif memberikan informasi produk baru kepada teman di Facebook, Blog, maupun melalui grup BlackBerry Messenger (BBM).

Saat ini dia mempekerjakan 11 karyawan di bengkelnya. Setiap minggu, bengkelnya bisa menghasilkan 30 unit barang di luar permintaan lepas.

"Rata-rata, satu hari kami bisa membuat lima sampai enam unit lampu ‘bathok’ berbagai jenis motor yang dimodifikasi," imbuhnya.

Menurut Andika, tiap unit lampu dijual antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu. Andika pun mampu meraup pendapatan kotor per bulan sekira Rp20 juta hingga Rp40 juta.

"Pendapatan bersih per minggu sekira Rp3-5 juta. Kalau lagi ramai pesanan tentu lebih dari itu," katanya.(rfa)
TWITTER »
twit