Getting Time...

Rektor Unpad: Jangan Tergilas Zaman

Rifa Nadia Nurfuadah
Selasa, 07 Februari 2012 15:40 wib
Rektor Unpad Ganjar Kurnia (Foto: dok. Unpad)
Rektor Unpad Ganjar Kurnia (Foto: dok. Unpad)
JAKARTA - Setelah lulus kuliah, seseorang seyogianya mampu mengaplikasikan ilmunya sesuai perubahan zaman.

Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Ganjar Kurnia dalam upacara wisuda Unpad di Grha Sanusi Hardjadinata, Unpad, Bandung hari ini mengingatkan, para wisudawan seharusnya mampu menjadi aktor perubahan. Sebab, jika kita tidak mau berubah, maka kita akan digilas oleh perubahan itu.

"Kita tidak boleh diigelkeun zaman (tergilas zaman), paling tidak harus bisa ngigelan zaman (mengikuti zaman), dan yang paling hebat harus bisa ngigelkeun zaman (menggerakkan zaman)," kata Ganjar seperti dikutip dari situs Unpad, Selasa (7/2/2012).

Rektor juga mengingatkan, pada dasarnya pendidikan adalah proses pencerdasan. Karena itu, ujar Rektor, perlu diingat bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar.

Pada Wisuda Gelombang II Tahun Akademik 2011/2012 ini Unpad melantik 2.305 lulusan dari program diploma, sarjana, pascasarjana, dan profesi.

Peraih nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada jenjang pascasarjana adalah Mohammad Taufik dari Program Doktor dari program studi (prodi) Ilmu Kimia dengan IPK 4,00; Tatang Sopian dari Program Magister Fakultas Kedokteran dengan IPK 3,99; Fahmi Oscandar dari program Spesialis,  Ilmu Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dengan IPK 3,99; Belly Sam dari Program Spesialis, FKG Anak dengan IPK 3,93;  Rani Latifah dari Program Profesi, Fakultas Ilmu Keperawatan, dengan IPK 3,90.

Dari jenjang sarjana, wisudawan dengan IPK tertinggi adalah Gina Ratnasari dari Fakultas Peternakan (Fapet) dengan IPK 3,95. Sedangkan Angga Rizky Pratama dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih gelar wisudawan dengan IPK tertinggi untuk program diploma. Angga mencatatkan IPK 3,61.

Dua wisudawan dinobatkan menjadi wisudawan program sarjana dengan masa studi tercepat, yakni 3 tahun 3 bulan. Mereka adalah Qorrie Nurul Qisthi dari FEB dan Ramagaluh Airlangga dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Selain itu, Mitra Eviani dari Fakultas Ilmu Keperawatan yang lulus pada usia 20 tahun 1 bulan dinobatkan sebagai wisudawan termuda. Sedangkan gelar wisudawan tertua diraih oleh Sri Astuti Buchari dari program Doktoral ilmu Sosiologi. Sri berusia 71 tahun 2 bulan. Sedangkan di jenjang Magister, predikat wisudawan tertua diraih Kirana Lina Gunawan dari Ilmu Kedokteran Dasar dengan usia 58 tahun 7 bulan.(rfa)
TWITTER »
twit