Ilustrasi: ist.
TANGERANG - Universitas Terbuka (UT) menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam memperluas aksesibilitas para warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
Rektor UT Tian Belawati mengungkapkan, setiap tahun UT berupaya meningkatkan daya jangkau untuk peningkatan kualitas.
"Kerja sama ini dapat menyinergikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan UT terutama bagi mahasiswa UT yang berada di luar negeri," kata Tian usai penandatanganan MoU antara UT dengan Kemenlu di UT Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang, Selasa (7/2/2012).
Selain Kemenlu, kerja sama ini juga melibatkan Kemeterian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Menurut Tian, mahasiswa UT di luar negeri mayoritas adalah TKI yang bekerja di sektor domestik sebagai penatalaksana rumah tangga. "Maka, kami melibatkan kementerian terkait lainnya agar proses pembelajaran yang diterima oleh WNI di luar negeri dapat berjalan lebih baik," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenlu Budi Bowoleksono. Dia mengatakan, MoU ini merupakan sinergi kerja sama UT dengan kemenlu untuk memberdayakan WNI di luar negeri khususnya para TKI.
Budi menilai, pemberdayaan TKI khususnya dalam peningkatan pendidikan, akan mendatangkan manfaat tersendiri bagi TKI.
"Peningkatan pendidikan para TKI oleh UT bisa menjadi daya ungkit bagi TKI untuk mampu bersaing di pasar tenaga kerja," ujar Budi.(rfa)