Getting Time...

Belajar IT Gratis dari Pakar Dunia di UI

Marieska Harya Virdhani
Selasa, 07 Februari 2012 10:53 wib
Salah satu sudut perpustakaan baru UI (Foto: Margaret Puspitarini/okezone)
Salah satu sudut perpustakaan baru UI (Foto: Margaret Puspitarini/okezone)
DEPOK – Sebelas praktisi cyber dunia yang berasal dari berbagai negara berkumpul di perpustakaan Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan pelatihan Information and Technology (IT). Para praktisi tersebut berasal dari Silicon Valley, Amerika Serikat (AS); Bangalore, India, dan beberapa negara lainnya.

Mereka memberikan pelatihan IT gratis selama lima hari pada 7 hingga 11 Februari 2012 bagi civitas academica UI dan masyarakat umum. Kegiatan yang digagas oleh Pusat Kajian Amerika UI ini akan berisikan materi network security, wireless technology, dan VOIP. Tiga topik tersebut berada dalam payung tema besar Developing Local Talent in Technology.

Kepala Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rahmawati dalam rilisnya kepada Okezone mengatakan, konsep pertahanan negara ke depan, tidak hanya akan berupa pertahanan fisik dengan persenjataan alat berat, namun juga kemampuan sebuah bangsa melindungi diri dari serangan 'cyber'.
 
"Setiap negara besar saat ini dengan serius menginvestasikan kekuatan cyber-nya. Sebut saja China, Amerika Serikat, yang memiliki lebih dari 1.000 polisi cyber yang bertugas mengamankan pusat-pusat kehidupan bangsa seperti bank, kantor-kantor pemerintah dan sebagainya," kata Devi, Selasa (7/2/2012).

UI sendiri berkomitmen secara serius  dengan merevitalisasi Fakultas Ilmu Komputer UI.  Salah satunya yakni akan menggabungkan computer science dan computer engineering serta menambah kuota mahasiswa menjadi 1.000 orang setiap tahunnya.

"Selama ini UI hanya menerima 100 mahasiswa per tahun. Dibandingkan dengan universitas negeri di Singapura yang menerima lebih dari 500 siswa per tahun. Kami juga menciptakan pusat IT Indonesia yang pembangunannya sudah berlangsung 40 persen," paparnya.

Pembangunan gedung Fakultas Ilmu Komputer seluas 24.000 m2, tak hanya berfungsi sebagai tempat perkuliahan, namun juga akan mengundang industri untuk bersama-sama melakukan riset dan pengembangan di Kampus.(rfa)
TWITTER »
twit