Ilustrasi: ist.
SEMARANG – Tim dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) 20 kemarin tiba Kota Semarang. Tim yang terdiri atas 19 mahasiswa dan satu dosen pendamping itu akan tinggal selama sepekan untuk mempelajari persoalan lingkungan yang terjadi di Kota Atlas.
Di antaranya masalah rob, drainase, serta sejumlah persoalan lainnya. Pensyarah, PPD (dosen pendamping) dari UTM Mercy Trinovianti Mulyadi mengutarakan, kunjungan ini merupakan yang pertama kali dari UTM setelah dilaksanakan kerja sama dengan Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang sebagai fasilitator. Kunjungan tersebut sekaligus sebagai pembekalan bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai salah atau persyaratan sebelum mereka lulus.
"Kami berharap, apa yang tengah kami lakukan untuk pelajar (mahasiswa) diploma ini berjaya (berhasil). Selepas itu akan kami lanjutkan lagi program semacam ini," kata Mulyadi di kampus Unissula kemarin.
Kegiatan Global Outreach Program Universiti Teknologi Malaysia (GOP–UTM) ini sekaligus sebagai jawaban atas kunjungan serupa dari pihak Unissula beberapa waktu lalu di Malaysia. "Melalui kegiatan ini, kami melakukan share ilmu serta beberapa manfaat lain dari program," katanya.
Sementara itu, Rektor Unissula Semarang Laode Masihu Kamaluddin mengatakan, kerja sama tersebut sebagai langkah kampusnya menjadi universitas berspirit global. Sekaligus kemajuan dunia pendidikan di kedua belah pihak. "Untuk kerja sama sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Namun, baru dapat terlaksana kali ini," ungkapnya.
Kerja sama yang sudah berjalan, misalnya pertukaran dosen. Sementara untuk tingkat mahasiswa baru dapat dilakukan mulai tahun ini.
"Dari program ini, kita juga bisa tunjukkan bahwa di dunia pendidikan bangsa kita tidak ketinggalan. Ini juga ajang promosi Unissula di tingkat internasional," papar Laode.
Selain dengan UTM, Unissula juga menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan 14 perguruan tinggi asing. Antara lain perguruan tinggi dari Maroko, Turki, Belanda, Jepang, Prancis, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
"Saat ini banyak juga proposal kerja sama baru dari sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Paling banyak saat ini dari India dan selanjutnya dari Malaysia," ungkapnya. (susilo himawan/koran si)(//rfa)