Getting Time...

Serunya Pythagoraswitch di ITB

Rifa Nadia Nurfuadah
Senin, 06 Februari 2012 17:44 wib
Foto: dok. ITB
Foto: dok. ITB
JAKARTA - Pernah mendengar istilah pythagorean device atau Rube Goldberg Machine?

Istilah ini merupakan sistem alat rumit yang dibuat untuk mengerjakan suatu tugas sederhana. Pada pythagorean device, ilmu mekanik fisika diaplikasikan secara berkelanjutan dan saling menyambung. Tujuannya adalah menyelesaikan sebuah tugas sederhana di akhir sistem.

Dengan kata lain, sistem pythagorean device memanfaatkan hukum aksi reaksi pada fisika untuk menyelesaikan sebuah tugas sederhana di ujung rangkaian.

Nah, keseruan mengutak-atik sistem pythagorean device inilah yang diusung mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam sebuah kompetisi bertajuk Pythagoraswitch. Salah satu rangkaian kegiatan ITB Fair 2012 ini menyasar siswa SMA sebagai pesertanya.

Koordinator Kompetisi Pythagoraswitch Krisna Andhika menjelaskan, dengan menggandeng siswa SMA sebagai peserta kompetisi, diharapkan para siswa lebih tertarik untuk berinovasi dan berani membuat hal-hal baru.

"Selain itu, kami juga ingin mengubah stereotipe pelajar yang kebanyakan menilai fisika sebagai suatu mata pelajaran yang 'horor'. Kami ingin memperlihatkan bahwa belajar fisika merupakan suatu hal yang seru dan menyenangkan," kata Krisna seperti disitat dari laman ITB, Senin (6/2/2012).

Mahasiswa Geodesi 2009 ini mengimbuhkan, akhir pekan lalu, sebelas sistem pythagorean device yang telah lulus seleksi awal pun dipamerkan di Ruang Baca Lantai II Gedung Campus Center Barat ITB. Ke-11 tim dari 11 SMA di Indonesia ini pun diimbau untuk menggunakan alat-alat sederhana yang ada di sekitar mereka.
 
Krisna menyebutkan, dewan juri Pythagoraswitch merupakan para dosen dari program studi Teknik Fisika, Seni Rupa, dan perwakilan PP Iptek. Penjurian dilakukan dengan menilai jumlah trik yang digunakan, efektivitas dan kreativitas alat, serta konten proposal dan teknik presentasi.

Pada kompetisi ini, SMA 1 Bogor berhasil menyabet juara pertama. Sedangkan posisi kedua adalah SMA Aloysius 1 Bandung, dan juara ketiga diraih SMAN 1 Tambun Utara.

Gelar juara favorit pada kompetisi Pythagoraswitch disabet oleh SMAN 10 Padang yang memadukan budaya dan sains. Ini terlihat dari pengaplikasian Jam Gadang, ukiran-ukiran batik, serta Rumah Gadang sebagai unsur desain dalam sistem pythagorean device mereka.(rfa)
TWITTER »
twit