Foto : Harfizuldy yang akrab disapa Dedy/ITB
JAKARTA - Menjadi operator School of Internet (SOI) Institut Teknologi Bandung (ITB), membuat Harfizuldy berkesempatan magang di Universitas Keio Jepang sebagai operator SOI Asia.
Magang operator merupakan kegiatan yang diadakan SOI Asia setiap tahun. Hanya satu atau dua orang saja dari Indonesia yang mengikuti program ini. Kesempatan ini diperoleh Harfizuly setelah menjabat sebagai operator SOI ITB selama dua tahun.
Harfizuldy alias Dedy yang akan berangkat ke Jepang pada 5 Februari mendatang menyebutkan, kesempatan magang tersebut mirip pelatihan advance bagi operator. Dia berharap, dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan SOI di ITB setelah mengikuti magang tersebut.
"Hans Kristian yang mengikuti program magang SOI Asia tahun lalu membuat aplikasi open source untuk pengajaran jarak jauh. Saya berharap nantinya juga bisa menghasilkan sesuatu," kata Dedy seperti dikutip dari situs ITB, Sabtu (4/2/2012).
Selama tiga bulan di Jepang nanti, mahasiswa yang baru menyelesaikan studi di Teknik Fisika ITB akan dibimbing oleh Ahmad Husni Thamrin. Dia merupakan alumni ITB yang sekarang berprofesi sebagai asisten profesor di Universitas Keio.
School of Internet (SOI) telah diterapkan di ITB sejak 2001. Dengan adanya SOI, ITB bisa menyelenggarakan kuliah jarak jauh hingga melakukan konferensi video melalui sambungan internet.
Manfaat SOI seperti pengajaran jarak jauh dan kelas paralel memungkinkan satu dosen mengajar beberapa kelas dalam waktu bersamaan. Kelas yang dibentuk pun berlangsung secara dua arah. Artinya, tidak hanya dosen yang memberi ceramah, tapi mahasiswa bisa langsung bertanya dan berinteraksi kepada sang dosen.
"Ada beberapa dosen yang jumlah mahasiswanya sangat banyak. Dengan adanya SOI, kita bisa membentuk kelas paralel sehingga beberapa kelas bisa diajar oleh satu dosen dalam waktu yang sama," kata Dedy.
Dia menyebutkan, ke depan, teknologi ini juga bisa digunakan untuk menyokong perkuliahan di ITB Jatinangor. Terutama jika ada dosen yang terkendala dengan masalah jarak.
"ITB Bandung dan Jatinangor cukup jauh, jadi nanti bisa dibuat kelas yang dosennya tetap di Bandung namun mahasiswanya berada di Jatinangor," ujarnya.
Lebih lanjut, Dedy mengatakan, dukungan alat-alat dan jaringan yang ada di ITB sudah cukup baik untuk mendukung program SOI. Meski begitu, pengembangan harus tetap dilakukan. "Maka, fasilitas yang dimiliki ITB ini dapat dimanfaatkan secara maksimal," tuturnya.
ITB merupakan satu dari 27 universitas dari 13 negara yang menjadi mitra SOI Asia. Universitas lain di Indonesia yang menjadi mitra SOI Asia adalah Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Menado, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aceh.
Melalui program ini, peserta magang diharapkan dapat mengembangkan kemampuan secara konseptual dan kemampuan praktis. Sehingga diharapkan dapat menjadi pelatih bagi operator lain dengan ilmu mereka dapatkan.(mrg)(rhs)