Getting Time...

Raih Doktor, Aviliani Kupas Tabungan Mikro

Rifa Nadia Nurfuadah
Selasa, 31 Januari 2012 19:56 wib
Aviliani meraih gelar doktor dalam bidang manajemen bisnis dari IPB (Foto: dok. pribadi)
Aviliani meraih gelar doktor dalam bidang manajemen bisnis dari IPB (Foto: dok. pribadi)
JAKARTA - Pola tabungan nasabah mikro di sebuah bank mengantarkan ekonom Aviliani menjadi doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Aviliani bercerita, meski memakan waktu hingga lima tahun, studi doktornya akhirnya rampung.

"Sebenarnya saya sudah menyelesaikan disertasi sejak 2009 lalu. Tapi untuk langsung maju sidang agak susah karena kesibukan sangat menyita waktu saya," tutur Aviliani ketika dihubungi okezone, Selasa (31/1/2012).

Tidak heran, sedikitnya dua jabatan sedang dipegang Aviliani, yakni Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN).  

Melalui disertasi berjudul "Analisis Segmentasi Nasabah Tabungan Bank Berdasarkan Costumer Value (studi pada satu bank BUMN)" Aviliani memfokuskan risetnya pada pola menabung nasabah mikro. Menurutnya, kebanyakan nasabah mikro pada suatu bank menabung karena mereka memiliki pinjaman pada bank tersebut.

"Jadi uang tabungan mereka yang dipakai untuk membayar utang," Aviliani menjelaskan. 

Hasil riset yang didasarkan pada data internal BRI itu menunjukkan, potensi nasabah mikro sesungguhnya sangat besar. Sayangnya, bank-bank di Tanah Air belum memanfaatkan mereka secara maksimal.

Umumnya, nasabah mikro hanya memanfaatkan tabungan untuk menyimpan dan mengambil uang. Para nasabah mikro ini memiliki kartu ATM, tetapi hanya memanfaatkannya untuk tarik tunai dan transfer. Sedangkan transaksi fee based income seperti bayar listrik, beli pulsa, atau bayar telepon tidak dilakukan.

"Transaksi-transaksi fee based income inilah yang harus digalakkan bank kepada para nasabah mikronya. Sebab, pendapatan dari fee based income justru lebih besar dari tabungan masyarakat secara keseluruhan," imbuhnya.

Cara ini, kata Aviliani, juga dapat meningkatkan pengembalian investasi bank. Tidak hanya itu, bank pun tidak akan terlalu terbebani dengan operational cost karena saldo yang besar. Ekspansi kredit pun, menurut Aviliani, tetap dapat dilakukan bank yang lebih memperhatikan nasabah mikronya.

Pada sidang disertasinya ini, Aviliani dibimbing oleh komisi pembimbing yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir Ujang Sumarwan, MSc, serta anggota pembimbing Dr Ir Imam Sugema, MEc dan Dr Ir Asep Sefuddin, MSc.

Sedangkan Dr Ir Agus Maulana, MSM dan Dr Muliaman Hadad yang diwakili oleh Pimpinan Sidang didapuk sebagai penguji luar komisi.

Sidang yang dihadiri oleh jajaran direksi BRI dan Ketua KEN Chairul Tanjung itu meluluskan Aviliani dengan hasil memuaskan. Aviliani pun berhak menyandang gelar doktor dalam bidang Manajemen Bisnis dari IPB.(rfa)
  • muhammad imamuddin » 0 Tanggapan
    saya begitu kagum dengan ibu aviliani, beliau pinter, baik hati, terutamanya pada anak kurang mampu. saya ingin sekali kenal ama beliau, saya mau curhat seputar masa depan saya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit