Fauzan A Efwandaputra dan Yusuf Ramdhani (foto: Unpad)
JAKARTA - Duet mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) ini mengaplikasikan footprint pulau-pulau Indonesia dan tulisan aksara Sunda di telapak sepatu buatan mereka.
Sepatu yang dilabeli Foremost itu pun mengantarkan Fauzan Adhima Efwandaputra dan Yusuf Ramdhani menjadi juara dalam kompetisi Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2011 dalam kategori kreatif.
Tapi, bukan aksen nasional itu saja yang menjadi tiket mereka menjuarai helatan tahunan bank BUMN tersebut. Fauzan dan Yusuf yang memang penyuka sepatu itu mengedepankan desain dan struktur bahan pada produk mereka.
"Karena menyukai sepatu, kami jadi tahu kualitas sepatu yang baik seperti apa. Kami kemudian mencampuradukkan kelebihan-kelebihan sepatu yang pernah kami coba ke dalam Foremost," ujar Fauzan seperti dinukil dari situs Unpad, Minggu (29/1/2012).
Keseriusan mereka menggarap Foremost terlihat dari detail produk. Misalnya, sol belakang sepatu mereka buat anti gesek. Selain itu, pijakan sepatu pun dirancang sedemikian rupa sehingga terasa empuk dan nyaman dipakai.
Mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat (Humas) Fakultas Komunikasi (Fikom) Unpad itu bercerita, sejak Oktober 2010 produk utama Foremost adalah sepatu berbahan kulit. Kini, mereka juga tengah menggodok produk lain seperti dompet, jaket, dan T-shirt.
Yusuf, yang menangani bidang marketing Foremost, mengimbuhkan, rata-rata 60 pasang sepatu Foremost terjual setiap bulan. Sekira 50 persen penjualan dilakukan secara online, dan 50 persen lainnya offline.
"Kenaikan penjualan biasa terjadi pada bulan ramai seperti Desember atau menjelang Lebaran," Yusuf mengimbuhkan.
Foremost sendiri memiliki arti 'terkemuka'. Fauzan dan Yusuf berfilosofi, jika kata ini ditambahkan dengan kata Indonesia, maknanya adalah 'mengemukakan Indonesia kepada dunia.' Mereka pun mengimplementasikan ke-Indonesiaan tadi melalui footprint pulau-pulau Indonesia dan tulisan aksara Sunda di bagian telapak sepatunya.
Fauzan menjelaskan, tulisan aksara Sunda di bagian bawah sepatu bermakna 'Indonesian Pride.' Keduanya memang bercita-cita menjadikan Foremost sebagai kebanggaan orang Indonesia.
"Nilai tambah dan keunikan ini yang mungkin membuat kami menang," Fauzan mengimbuhkan.
Dua sekawan ini serius menggarap Foremost. Mereka berencana meningkatkan teknologi agar kualitas produksi Foremost pun semakin baik. Tidak main-main, mereka bahkan menyasar tidak hanya pasar nasional, tetapi juga pasar internasional. Pasar Asia, khususnya Singapura, pun didapuk menjadi target pertama.
Langkah yang mereka tempuh tahun ini di antaranya mengampanyekan 'Foremost for the people'. "Kami ingin mem-foremost-kan orang. Kami ingin dikenal, dibicarakan dan dipakai," ujar Yusuf.
Keikutsertaan Foremost pada ajang WMM 2011 pun diakui Fauzan sebagai jalan pembuka relasi dengan pihak bank. Menurutnya, kendala utama permodalan Foremost adalah karena ia merupakan brand baru dan masih muda sehingga tidak bankable.
Yusuf mengimbuhkan, kemenangan ini akan membuat Foremost lebih dilirik bank. "Kami juga berencana mengikuti beberapa kompetisi lain, selama itu mendukung Foremost," katanya.(rfa)