Dokter muda UII sedang mengucap sumpah pelantikan (dok. UII)
JAKARTA - Setelah lulus, sarjana kedokteran masih harus menempuh pendidikan klinik alias 'koas' untuk menjadi dokter.
Meskipun belum menjadi dokter, peserta koas yang biasa disebut dokter muda ini tetap harus serius menjalankan tugasnya. Wakil Rektor (WR) I Universitas Islam Indonesia (UII) Nandang Sutrisno ketika menghadiri acara sumpah dokter muda UII berpesan, para dokter muda harus siaga dalam menghadapi situasi dan kondisi riil di lapangan.
Nandang mengilustrasikan, bencana banjir yang melanda banyak daerah di Pulau Jawa rentan menimbulkan berbagai penyakit seperti malaria, demam berdarah, muntaber dan diare, leptospirosis, serta penyakit kulit.
"Karena itu, bersiaplah guna menghadapi beragam pasien yang mengidap penyakit itu," kata Nandang seperti dikutip dari situs UII, Sabtu (28/1/2012).
Sementara, Dekan Fakultas Kedokteran UII Isnatin Miladiyah mengingatkan, para dokter muda harus cepat beradaptasi dengan kondisi, suasana, dan keadaan di lapangan. Dengan begitu, proses pendidikan klinik selama 20 bulan itu pun dapat dioptimalkan.
"Jika seorang dokter muda menjalani pendidikan kliniknya dengan optimal, maka prosesnya tidak akan terasa, dan dia akan siap menjadi dokter yang sukses," ujar Isnatin tegas.
Bekal lain yang harus dimiliki para dokter muda adalah kemampuan berkomunikasi dan pemahaman kultur budaya.
Pengambilan janji dokter muda UII kali ini diikuti oleh 59 dokter muda yang terdiri atas 22 dokter muda putra dan 37 dokter muda putri. Mereka akan menjalani pendidikan klinik di RSUD Rembang dan RSUD Sragen selama sekira 20 bulan atau hampir dua tahun.(rfa)