Image: corbis.com
SEOUL - Pemerintah Metropolitan Seoul, Korea Selatan mengumumkan peraturan terbaru yang kontroversial.
Peraturan yang bertujuan melindungi hak asasi para pelajar ini menjadi kontroversial karena melarang hukuman fisik kepada pelajar dan membebaskan para pelajar untuk memiliki gaya rambut dan pakaian sesukanya.
Peraturan yang disahkan oleh Dewan Metropolitan Seoul, bulan lalu ini, telah mengundang pro dan kontra karena beberapa pasalnya kontroversial. Selain membebaskan pilihan seksual, peraturan ini mengizinkan aksi demonstrasi di halaman sekolah.
Peraturan mulai berlaku setelah disahkan oleh pemerintah kota. Peraturan ini diharapkan mulai berlaku di semua level pendidikan (SD hingga SMA) di Seoul, mulai Maret 2012.
Seoul merupakan kota ketiga di Korsel yang memiliki peraturan mengenai hak asasi pelajar. Sebelumnya, provinsi Gyeonggi dan Kota Metropolitan Gwangju memiliki peraturan serupa.
Tak lama setelah pengumuman, Kementerian Pendidikan, Sains dan Teknologi, yang telah lama menentang peraturan ini, mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung.
Kementerian menuntut penghapusan peraturan ini. Kementerian juga mengajukan petisi yang meminta penangguhan peraturan hingga pengadilan membuat keputusan.
"Peraturan ini mencakup sejumlah pasal yang dibangun tanpa konsensus sosial, seperti kebebasan pilihan seksual. Kami juga melihat ada kelemahan prosedural dalam pengumumannya," jelas pihak kementerian pendidikan seperti dikutip dari Yonhap, Sabtu (28/1/2012).
Pengadilan diharapkan sudah menghasilkan putusan pada Februari.(rfa)