Ilustrasi: ist.
BOGOR - Duta Besar Selandia Baru David L Taylor mengaku prihatin atas menurunnya mutu pendidikan di Indonesia.
Hal itu dikatakan David saat memberikan kuliah umum dihadapan 350 Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Pakuan (Unpak) Bogor, yang diadakan di Gedung B 1.1 Fakultas Ekonomi Unpak, Jumat (27/1/2011).
Menurut David, saat ini pendidikan di Indonesia sangat ketinggalan. Misalnya, untuk wajib belajar di Indonesia hanya sembilan tahun, namun di New Zealand wajib belajar harus 25 tahun.
Selain itu, kata David, kualifikasi guru di Indonesia minimal harus S-1, dan guru SMA harus S-2. "Untuk menjadi guru di Selandia Baru harus masuk sekolah khusus guru terlebih dahulu," ujar David.
David berharap, di masa depan Unpak dapat bekerja sama lagi dengan Selandia Baru.
Sementara itu, Rektor Unpak, Bibin Rubini mengatakan, sistem pendidikan negara Selandia Baru tidak terlalu berbeda dengan Indonesia. Yang membedakan hanyalah Selandia Baru betul-betul mengimplementasikannya, sementara penerapan kebijakan pendidikan di Indonesia belum baik.
"Contohnya sekolah gratis. Tetapi kenyataannya tetap bayar," ujar Bibin.
Selain itu kata Bibin, di Indonesia guru tidak mengajarkan tentang etika, sehingga banyak tawuran pelajar. Indonesia juga hanya fokus pada kemampuan intelektual. "Padahal soft skill juga penting," tandasnya.(Endang Gunawan/Sindo TV/rfa)