Berawal dari Hobi, Inko Ciptakan Buku Biografi Visual
Margaret Puspitarini
Kamis, 26 Januari 2012
11:03 wib
JAKARTA - Hobi terkadang menjadi sumber insiprasi bagi siapa saja untuk berkreasi. Hal ini pula yang mendasari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Inko Sakti Dewanto dalam pembuatan Tugas Akhir (TA).
Berawal dari hobinya bermain bola sejak kecil, Inko pun terinspirasi membuat biografi pemain sepak bola legendaris asal Surabaya, Rusdy Bahalwan. Yang membuat TA ini terasa unik adalah pengemasannya dalam bentuk buku visual.
Berbeda dengan biografi pada umumnya yang hanya berbentuk narasi, buku visual ini dilengkapi dengan foto-foto dari Rusdy. Inko mengaku, hal ini dilakukan guna memperjelas informasi mengenai Rusdy serta mencegah kebosanan pada pembaca.
Pemilihan nama Rusdy sebagai aktor utama biografi tersebut, tidak dilakukan mahasiswa asal Surabaya ini secara tiba-tiba. Bahkan, dia meminta saran dari sang ayah yang memang berkecimpung di dunia olahraga.
"Ayah saya menyarankan membuat biografi Rusdy atau Rudy Hartono. Sebab, keduanya merupakan tokoh yang sudah lama tidak terangkat padahal memiliki jasa besar di bidang olahraga pada generasi lalu," kata Inko seperti dilansir dari ITS online, Kamis (26/1/2012).
Akhirnya setelah melakukan beberapa pertimbangan, Inko memutuskan untuk membuat biografi Rusdy. "Rusdy merupakan sosok yang sangat bersejarah di bidang sepak bola, khususnya di Surabaya," tutur lelaki berkacamata ini.
Menurut mahasiswa Jurusan Desain Produk Industri (Despro) ITS ini, selain memiliki banyak prestasi di dunia sepak bola, Rusdy juga berkecimpung di bidang lain seperti jurnalis dan ustad. Hal itu, lanjutnya, menjadi daya tarik tersendiri mengenai sosok Rusdy.
"Beliau merupakan seseorang dengan dasar agama yang kuat serta kolomnis di koran Surya," kata Inko.
Dia mengaku, proses pengumpulan data dalam pembuatan TA ini tidak mudah. Berbagai hal sulit pun mau tidak mau harus dilakoninya dengan senang hati. Mulai dari mewawancarai kerabat Rusdy, sesama mantan pemain Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya), hingga anak asuh Rusdy di Persebaya.
"Tidak hanya itu saya juga mengunjungi wartawan olahraga di Jawa Pos dan yayasan suporter Surabaya. Pengumpulan data telah dimulai sejak Maret ketika masih di semester tujuh, pada Agustus 2011 baru proses mendesain bukunya," tuturnya.
Kendala lain juga turut menghadang Inko, yakni pengumpulan sumber gambar Rusdy. "Karena Rusdy merupakan tokoh yang sudah lama, maka gambar-gambar saat Rusdy tengah berada di lapangan sudah jarang ditemui. Foto yang didapatkan pun tidak terlalu banyak," katanya menjelaskan.
Bagi Inko, ada kisah yang tidak terlupakan dibalik pembuatan buku visual ini. Ketika sedang mengumpulkan data, kondisi kesehatan Rusdy sudah tidak baik. "Saat itu beliau terkena penyakit degeneratif. Dan saat ingin wawancara dengan Rusdy kembali keesokan harinya, saya mendapat kabar duka bahwa hari itu beliau telah menghembuskan nafas terakhirnya," ujarnya.
Tanggapan mengenai pembuatan buku visual ini pun datang bertubi-tubi dari sang dosen. "Dosen sangat mendukung serta memberikan banyak masukan untuk output buku visual ini," kata Inko menerangkan.
Inko berharap, buku biografi visual ini dapat diterbitkan oleh penerbit buku besar. "Buku ini saya buat juga sebagai penghormatan atas puluhan prestasinya di bidang sepak bola," tutur Inko.
Layaknya, banyak mahasiswa lain, Inko mengaku pembuatan buku visual ini tidak terlepas dari rasa malas dan peruabahan mood. Ketika mendekati waktu deadline sidang, dia pun bergegas menyelesaikan buku visual tersebut. "Jika nanti akan benar-benar diterbitkan bukunya, maka saya akan menambah foto-foto yang memang cukup langka saat ini," ujar pemuda yang juga memiliki hobi di bidang musik ini.(mrg)(rhs)