Foto: dok. pribadi
PEMBERITAAN di berbagai media yang menyoroti proyek-proyek mewah DPR secara tidak langsung menyakiti hati nurani rakyat. Proyek mewah DPR senilai miliaran rupiah merupakan politik anggaran yang dilakukan DPR untuk merampas HAK rakyat. Bahkan bisa dikatakan politik anggaran senilai miliaran rupiah merupakan perampasan uang rakyat secara terang-terangan oleh sebgian wakil rakyat di DPR yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Untuk itukah rakyat memilih wakilnya duduk di DPR?
Antara kinerja dengan biaya perbaikan sarana prasarana gedung kerja mereka (baca Gedung DPR) tidak seimbang. Rakyat hingga saat ini belum merasakan hasil kerja DPR yang berpihak kepada rakyat. DPR lebih mengutamakan renovasi sarana untuk memanjakan pribadi seperti mengadakan berbagai fasilitas mewah di gedung DPR seperti kursi seharga Rp24 juta, renovasi toilet serta gedung parkir senilai Rp6 miliar, bahkan biaya renovasi sebuah ruang rapat mencapai Rp20 miliar. Ini bukan angka yang sedikit jika dialihfungsikan untuk kepentingan rakyat. Sementara kita lihat sarana dan prasarana pendidikan, serta infrastruktur lainnya di berbagai daerah banyak yang tidak layak guna lagi. Mau dibawa kemana negara ini?
Pimpinan-pimpinan di DPR mengakui tidak tahu akan proyek mewah ini. Mungkinkah ? Lantas siapa yang mengesahkan anggaran senilai puluhan miliar tersebut? Pimpinan DPR, Sekjen, dan Pimpinan banggar saling lempar tanggung jawab terkait proyek mewah ini. Badan kehormatan DPR selama ini tidak pernah berhasil menyelidiki anggaran-anggaran liar yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut. Komitmen badan kehormatan DPR untuk menyelidiki kasus proyek mewah ruang banggar perlu dipertanyakan. Sepertinya para wakil kita di DPR tidak akan pernah habisnya memelintir anggaran untuk kepentingan mereka.
Setelah renovasi ruang banggar senilai puluhan rupiah, besok anggaran apalagi yang akan mereka gulirkan??? Kita tunggu saja..
Riva Al-asy’ari
Young Indonesian forum (FIM)(//rfa)