JAKARTA - Seharusnya, kita memperlakukan situs ensiklopedia online, Wikipedia, hanya sebagai peta.
Maksudnya, ketika menelusuri satu informasi di laman Wikipedia, kita tidak serta merta menerimanya sebagai sebuah informasi utuh.
"Yang harus kita lakukan adalah, 'berlari' ke tautan-tautan sumber asli dari sebuah entry Wikipedia. Jadi, Wikipedia hanya menjadi peta, panduan ke mana kita harus mencari informasi yang lebih akurat," kata Ketua Jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Wina Erwina ketika dihubungi
okezone, Rabu (18/1/2012).
Wina memaparkan, gagasan menjadikan Wikipedia sebagai ensiklopedia
online sangatlah brilian. Tetapi, kita tidak boleh menerima begitu saja semua informasi di sana.
Sebuah informasi yang baik haruslah memenuhi sedikitnya tiga syarat, akurasi, keterkinian, dan penanggung jawab. Ketiganya, kata Wina, tidak dapat kita temukan pada
entry-entry Wikipedia.
"Sejak awal, kita harus sadar bahwa Wikipedia melepas tanggung jawab itu. Beda halnya dengan buku. Informasi yang kita dapat melalui buku sudah diuji akurasi dan keterkiniannya, dan penerbit adalah penanggung jawab informasi tersebut," Wina mengimbuhkan.
Rencana
penutupan Wikipedia selama 24 jam mulai Rabu dini hari membuat para pelajar 'berteriak'. Mereka mengaku akan kesulitan mengerjakan tugas kuliah, karena menggunakan Wikipedia sebagai rujukan utama.
Secara ilmiah, Wina dan pengajar di kampusnya melarang mahasiswa menggunakan Wikipedia sebagai
rujukan utama dalam penelitian mereka. Dia menilai, masih banyak sumber rujukan lain yang memenuhi kriteria rujukan penelitian.
"Wikipedia bisa kita pakai sebatas
guidance. Akan lebih baik jika kita menelusuri berbagai buku teks dan jurnal ilmiah untuk memenuhi studi pustaka dalam sebuah penelitian. Materi-materi tersebut juga sudah banyak tersedia secara
online," ujarnya menegaskan.
(rfa)