Getting Time...

Peneliti AS Palsukan 145 Riset Ilmiah

Hanna Meinita
Kamis, 12 Januari 2012 12:39 wib
Image: corbis.com
Image: corbis.com
CONNECTICUT - Seorang peneliti di University of Connecticut (UConn) ketahuan memalsukan dan mengarang penelitian hingga 145 kali.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan universitas selama tiga tahun, Direktur Pusat Penelitian Kardiovaskular UConn Dipak K Das beberapa kali memanipulasi gambar digital menggunakan perangkat Photoshop.

Das dikenal berkat penelitian resveratrol, senyawa dalam anggur merah dan makanan lain yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan memperlambat penuaan. Atas hasil penelitian ini, kampus tersebut pun mengirimkan surat pemberitahuan kepada 11 jurnal ilmiah yang telah mempublikasikan penelitian Das.

"Kami bertanggung jawab untuk memperbaiki catatan ilmiah dan menginformasikan rekan peneliti di seluruh negeri," kata Wakil Presiden Sementara Urusan Kesehatan UConn Philip Austin seperti disitat dari UConn.Edu, Kamis (12/1/2012).

Investigasi dilakukan berdasarkan laporan penyimpangan penelitian yang disampaikan seorang sumber pada 2008. Laporan yang komprehensif, yang mencapai 60.000 halaman, akhirnya menyimpulkan Das bersalah. Namun, penyelidikan atas mantan rekan kerja Das di laboratorium tidak dirilis hingga saat ini.

Hasil penyelidikan membuat Pusat Kesehatan di UConn membekukan semua dana penelitian laboratorium Das, yang dibiayai pihak luar. Kampus menolak dana hibah sebesar USD890 ribu atau setara dengan Rp8,1 miliar (Rp9,175 per USD) yang diberikan pemerintah federal. Proses pemecatan, sesuai dengan peraturan universitas, saat ini tengah berlangsung.

Dalam menjalankan penyelidikan, Pusat Kesehatan UConn bekerja sama dengan Biro Integritas Riset Amerika Serikat (ORI).

"Kami memang sangat kecewa karena sikap yang mengabaikan Kode Perilaku Universitas, namun kami senang karena sistem pengawasan bekerja efektif dan sebagaimana yang dimaksud," kata Austin.

UConn menjamin, kesalahan satu peneliti tidak mencerminkan keseluruhan peneliti di kampus tersebut.

"Penyalahgunaan penelitian di satu laboratorium tidak mencerminkan kinerja keseluruhan dari penelitian biomedis Pusat Penelitian, yang terus mengembangkan diri untuk maju dan mencari penyembuhan dengan integritas," tambahnya.

Das bekerja di Pusat Kesehatan sejak 1984, dan menjadi peneliti tetap di UConn sejak 1993. Beberapa jurnal yang pernah memuat hasil penelitian Das adalah American Journal of Physiology–Heart & Circulatory, Cellular Physiology & Biochemistry, dan Free Radical Research.

Sementara itu, Das tidak mau memberikan tanggapan. Pihak universitas juga tidak menjelaskan tanggapan dari Das. Namun pada 5 Juni 2010, Das menulis surat yang menyatakan penyelidikan yang dilakukan universitas adalah rasis dan menyebutnya sebagai "konspirasi melawan ilmuwan India”.(rfa)
TWITTER »
twit