Kampus Mesti Tegakkan Nurani Kebenaran

Kamis, 12 Januari 2012 10:08 wib | (koran Sindo) - Koran SI

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. YOGYAKARTA – Peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini, seperti kasus Sodong, Mesuji, Bima ,sandal jepit, dan meninggalnya tahanan di sel menjadi perhatian serius Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kasus-kasus itu dikhawatirkan akan menciptakan efek domino yang menular disertai efek bola salju yang semakin membesar dan akhirnya sulit dikelola. ”Atas dasar itu, kami (UII) memandang perlu untuk memberikan masukan-masukan kepada pihak-pihak terkait dalam rangka mencari solusi menangani isu-isu tersebut,” kata Rektor UII, Eddy Suandi Hamid.

Menurut Edi, kasus-kasus tersebut terjadi karena ketidakpuasan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan maupun kehakiman. Sebab, mereka dianggap telah melukai rasa keadilan masyarakat karena terkesan pisau hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

”Oleh karena itu, fokus pembangunan hukum harus bergeser ke pembangunan aparat hukum, baik yang menyangkut kompetensi, skill, disiplin, profesionalisme, independensi, maupun moralitas dan integritas,” papar Edy.

Selain itu, perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak intelektual dan berkepribadian Pancasila juga harus menjadi garda terdepan dalam menegakkan nurani kebenaran dan keadilan. Perguruan tinggi tidak boleh tidur ketika melihat nurani rakyat terkoyak karena hilangnya rasa keadilan.

"Perguruan tinggi harus menyuarakan nurani silent majority tersebut, tidak hanya berkutat dengan dunia akademik,” katanya. (priyo setyawan) ( (koran Sindo)/Koran SI/rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป