Etiket Virtual (2)

Jejaring Sosial bak Pisau Bermata Dua

Rabu, 11 Januari 2012 11:27 wib | Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone

Image: corbis.com Image: corbis.com SEORANG mahasiswa asal Bangladesh di Curtin University, Australia terancam hukuman mati setelah menghina Perdana Menteri negaranya melalui situs jejaring sosial Facebook (FB).

Di Indonesia, banyak juga anak muda hilang setelah berhubungan dengan teman FB mereka. Tidak jarang, mereka yang hilang ternyata diculik, diperkosa, dirampok, bahkan dibunuh.

Namun, mereka yang meraih sukses dengan memanfaatkan FB, atau twitter, juga tidak sedikit. Tidak hanya sebagai sarana pertemanan, banyak wirausaha muda memulai usaha mereka dengan berpromosi di berbagai media jejaring sosial.

Fenomena tersebut menunjukkan, media jejaring sosial ibarat pisau bermata dua. Nah, kita juga perlu pintar mengelola akun-akun jejaring sosial kita agar bermanfaat dan mendukung kesuksesan.

Akun FB = CV

Tahukah kamu, banyak perusahaan kini mulai memanfaatkan FB sebagai curriculum vitae (CV) para calon pekerjanya? Meskipun kita mengirimkan CV resmi kepada mereka, tidak jarang divisi personalia sebuah perusahaan menelusuri FB kita untuk melihat siapa diri kita.

Karena itu, pastikan akun FB-mu 'bersih' dan mampu 'menjual' dirimu kepada calon bos.

Status


Enggak ada salahnya kok memanfaatkan status FB atau tweet-mu untuk mendukung prosesmu mencari kerja. Nah, jika kamu sedang mengincar pekerjaan di bidang atau perusahaan tertentu, rajin-rajin deh posting status atau tweet tentang ketertarikanmu pada bidang atau perusahaan tersebut.

Misalnya, kamu memasang link berita tentang kegiatan corporate social responsibility (CSR) perusahaan incaranmu. Kemudian, kamu mengomentari berita itu di statusmu, 'Wah, CSR perusahaan A ini keren banget! Aku mau deh ikutan kerja sama mereka.'

Ditambah dengan akun FB atau Twitter yang bersih, siapa tahu ada yang 'melirikmu' untuk magang, atau bahkan menawarimu pekerjaan.

Foto


Ketika bertemu dengan orang baru, tentu kita akan menunjukkan penampilan terbaik untuk membuatnya terkesan, kan? Nah, sama halnya dengan foto profil. Ia akan menjadi 'penampilan' kita ketika para manajer personalia 'menyurvei' calon karyawan mereka melalui FB.

Survei terhadap 2.667 pejabat personalia yang dilakukan oleh Harris Interactive and CareerBuilder menunjukkan, foto-foto profil Facebook yang provoaktif menyumbang pertimbangan besar untuk tidak memperkerjakan seseorang, baik sebagai karyawan tetap maupun karyawan magang.
 
Coba deh, pasang foto profil yang ekspresif sekaligus menunjukkan kematangan pribadi kita. Enggak perlu foto sendirian, foto-foto ketika sedang liburan atau beraktivitas di tim olahraga kampus juga bisa kita pasang sebagai foto profil.

Selain itu, pastikan album  fotomu 'bersih' dari foto-foto yang tidak pantas. Misalnya, foto-foto ketika kamu dugem, pose seronok, ilustrasi provokatif, atau foto yang memperlihatkan perilaku buruk.

Bahkan untuk lebih aman, kamu bisa meminta teman yang memberi tautan untuk menghapus foto yang tidak kamu kehendaki.

Info


Ayo kita buat akun FB menjadi representasi profesional kita di dunia maya. Cek lagi kolom interests, quotes, dan relationship status-mu. Pastikan kamu tidak menampilkan pernyataan-pernyataan yang mengandung bahasa kasar.

Pada kolom status, enggak masalah kok jika kamu ingin menampilkan status hubungan yang sebenarnya. Tapi hindari memasang status yang akan menunjukkan ketidakdewasaanmu, misalnya 'widowed', meski mungkin maksudmu hanya untuk bersenang-senang.

Posting


Ingatlah, segala hal yang kamu share di semua akun jejaring sosialmu merefleksikan tidak hanya penilaianmu akan segala sesuatu, tetapi juga profesionalitasmu.

Aturan utama dalam memposting di akun jejaring sosial adalah tidak menjelek-jelekkan orang, termasuk kantor dan atasan lamamu. 

Yuk, berjejaring sosial dengan sehat! (rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป