Ilustrasi: ist.
SEBAGAI anak muda, tentunya kita dipenuhi semangat untuk mengekspresikan diri. Tidak hanya di dunia nyata, beragam ekspresi juga kita tampilkan di dunia maya.
Misalnya, mereka yang hobi menulis, berekspresi melalui blog. Ekspresi diri bahkan kini dipermudah dengan menjamurnya media-media jejaring sosial online. Dulu kita mengenal Friendster, yang kini pamornya digantikan oleh Facebook. Ada juga Twitter, yang memudahkan kita berkicau tentang segala hal.
Di Facebook, kita bisa mengekspresikan diri melalui foto profil, status, postingan wall, bahkan notes yang kita buat. Kita juga bisa menyuarakan isi pikiran kita dalam sekejap melalui Twitter. Hal serupa pun dapat kita lakukan melalui akun Blackberry Messenger (BBM).
Setiap saat, anak-anak muda di penjuru dunia berganti foto profil dan status jejaring sosial. Ada yang memasang foto diri, foto bersama teman dan keluarga, atau sekadar foto ilustrasi.
Begitu juga dengan status. Ada yang sekadar 'absen' sedang di mana dan melakukan apa, curhat colongan (curcol), hingga marah-marah dan memprovokasi.
Sebenarnya, ada enggak sih etika berjejaring sosial? Apakah kita memang benar-benar bebas, toh kita menggunakan akun sendiri?
Nah, edisi Ulik kali ini akan membahas seluk beluk jejaring sosial untuk anak muda. Yuk kita simak.(rfa)