UMI Bersiap Menuju World Class University

Kamis, 05 Januari 2012 10:42 wib | -

UMI Bersiap Menuju World Class University Ilustrasi: ist. CITRA Universitas Muslim Indonesia (UMI) sebagai kampus dengan mahasiswa doyan tawuran, perlahan mulai dikikis.

Pihak rektorat berupaya memperbaiki citra kampus yang kerap menghiasi layar kaca dengan unjuk rasa dan bentrokan mahasiswa. Salah satunya berbenah menuju world class university (WCU) yang akan diterapkan pada universitas swasta terbesar di kawasan timur Indonesia (KTI) ini.

Namun, penerapannya membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder terkait, tidak hanya rektorat, tapi juga pemerintah, dosen, dan mahasiswa.

Guru besar Fakultas Sastra dan Ilmu Komunikasi Prof H Basri Dalle M Hum mengungkapkan, untuk mencapai WCU, UMI harus melakukan beberapa pembenahan, seperti pengembangan sumber daya manusia, proses belajar mengajar yang berbasis teknologi, memiliki program-program unggulan.

“Harus ada dukungan infrastruktur dan menggalakkan kegiatan internasional, baik melalui penelitian maupun kegiatan lainnya. Dengan begitu, menghasilkan sumber daya manusia yang inklusif, kritis, terbuka, dan truly internationalized,” ungkapnya dalam seminar internasional dengan tema World Class University in Critical Thinking in Globalization Eradi Auditorium Al-Jibra Kampus UMI, kemarin.

Selain Prof Basri, tampil sebagai pembicara, Prof David Pickus dari Arizona State University USA dan Direktur Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang (UNM) Prof Gatot Susanto.

Rektor UMI Prof Masrurah Mokhtar MA mengungkapkan, follow up kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan rumusan yang strategis dalam mewujudkan UMI menuju WCU. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu merangsang fakultas lain untuk menyelenggarakan kegiatan bersifat internasional lainnya.

Menurutnya, selama ini UMI juga sudah melakukan beberapa kerja sama dengan beberapa universitas luar negeri, seperti Universitas Teknologi Malaysia, Zhenzhen Polytechnic China, University of Sidney Australia, MGR Medical Chennai India, Shouku Taiwan University, University of New South Wales Australia.

Sementara itu, Dr David Pickus menekankan pentingnya melakukan perubahan karena tidak ada satu pun yang bisa mencegah arus globalisasi. Yang bisa dilakukan hanya bagaimana mempersiapkan diri menghadapi globalisasi, apalagi mengingat dunia mengalami perubahan dengan cepat.

“Jika UMI ingin meraih WCU, semua komponen di UMI harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Mahasiswa juga harus mampu lebih bertanggung jawab dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Malang UNM) Prof Dr Gatot Susanto menyatakan, UMI sangat potensial untuk dikembangkan sebagai WCU. Secara geografis kampus ini mendukung, terdiri atas multietnik yang menarik sebagai representasi keberagaman dan sebagai salah satu universitas muslim terbesar.

“Ini yang akan menarik mahasiswa-mahasiswa luar untuk datang belajar ke tempat ini. Apalagi, bahasa Indonesia sudah dipelajari di berbagai negara. Sekira 75 negara sudah menjadikan bahasa Indonesia sebagai pelajaran di perguruan tinggi,” tandasnya. (herni amir/koran si) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »