Ilustrasi: ist.
YOGYAKARTA – Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Badan Pengembangan Akademik (BPA) tahun ini menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk program hibah kompetensi program studi (PHK-PS) di lingkungan UII.
Selain meningkatkan kualitas kelembagaan dan pengelolaan program studi (prodi), program ini juga sebagai upaya mencapai status akreditasi tertinggi menuju World Class University (WCU).
"Selain meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya, tahun ini jumlah grantees (pemenang) hibah juga meningkat dua kali lipat, yaitu dari tiga menjadi enam grantees. Pada 2012, dari 15 prodi di lingkungan UII, 13 prodi lolos seleksi administrasi, sembilan prodi lolos desk evaluasi, dan enam prodi sebagai grantees," kata Kepala BPA Sugini saat evaluasi site visit PHKPS UII di Gedung GBPH Prabuningrat Rektorat UII, kemarin.
PHK-PS 2012 adalah langkah nyata pelaksanaan rencana strategis (renstra) UII menuju WCU. Tepatnya melalui peningkatan akreditasi internasional prodi dan mendongkrak aktivitas internasionalisasi lainnya. "Program ini juga sebagai upaya peningkatan dan pengembangan prodi melalui peningkatan akreditasi BAN PT," ungkapnya.
Sugini menambahkan, program ini juga berdampak pada peningkatan capaian yang berkaitan dengan kualitas dosen, rancangan dan proses pembelajaran, serta infrastruktur pembelajaran yang berkaitan dengan mahasiswa.
Rektor UII Edy Suandi Hamid menjelaskan, selain untuk mewujudkan UII sebagai universitas bertaraf internasional, PHK PS juga menjadi sarana meningkatkan reputasi dan kualitas UII melalui penilaian akreditasi nasional.
PHK-PS terbagi dalam dua tipe hibah. Pertama, pengembangan peningkatan akreditasi nasional BAN PT untuk prodi terakreditasi A. "Kedua, PHK PS untuk prodi unggulan guna meraih akreditasi internasional bagi prodi dengan akreditasi A," ucapnya.
Edy menambahkan, capaian tersebut, tidak hanya akan berdampak pada status prodi, tapi juga peningkatan pencapaian kinerja parsial. Contohnya, kualitas dosen, sistem pembelajaran, dan kualitas lulusan sehingga dapat berkarya maupun menciptakan peluang kerja.
"Semua itu tentu pada akhirnya akan meningkatkan daya saing dan reputasi UII sebagai universitas yang bertaraf internasional," tandasnya. (priyo setyawan/koran si)(//rfa)