Image: corbis.com
YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada waktu bersamaan menyelenggarakan wisuda periode Desember 2011, akhir pekan lalu.
Wisuda UAD berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), sedangkan UII di Auditorium Kahar Mudzakkir, Kampus UII. Rektor UAD Kasiyarno dan Rektor UII Edy Suandi Hamid memimping langsung wisuda tersebut.
Pada wisuda periode ini UAD meluluskan 1.055 sarjana dari 29 program studi (prodi). Mereka terdiri dari 1.029 lulusan S-1 dan 21 lulusan program S-2 (pascasarjana dan magister). Dari jumlah tersebut, 154 lulus dengan predikat cumlaude dan peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi yakni Ayu Fitriani dari Prodi Psikologi dengan IPK 3,9.
Sedangkan wisudawan termuda disandang Laelun Hartati juga dari Prodi Psikologi yang lulus pada usia 21,2 tahun. Dengan bertambahnya lulusan periode ini, maka alumni UAD telah mencapai 26.481 orang.
Sedangkan jumlah wisudawan UII pada periode Desember 2011 sebanyak 509 sarjana dan diploma. Intelektual muda itu terdiri atas 39 wisudawan dari program pascasarjana, 456 wisudawan S-1, dan 14 wisudawan diploma (D-3). Dari jumlah tersebut, 72 wisudawan meraih cumlaude dan 223 orang menyelesaikan studi tepat waktu.
Khusus wisudawan S-1, peraih cumlaude mencapai 65 orang dengan IPK tertinggi diraih Martha Primardhani dari Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi dengan IPK 3,89. Hingga kemarin, jumlah alumni UII sudah mencapai 64.356 orang.
Kedua rektor pada kesempatan terpisah, dalam sambutannya mengatakan, lulus dari perguruan tinggi (PT) bukan berarti telah usai menyelesaikan studi. Justru sebaliknya, para lulusan wajib meningkatkan kemampuan dan kualitas diri dalam menghadapi tantangan global. Terutama dalam persaingan di dunia kerja.
Rektor UII Edy Suandi Hamid juga meminta kepada wisudawan untuk selalu meningkatkan kompetensi. Baik dalam bidang akademik, maupun bidang lainnya. Sebab persaingan di bidang itu, semakin ketat. Apalagi yang akan memasuki dunia kerja pada 2011 ini.
Data BPS mencatat, jumlah pengangguran hingga Agustus 2011 mencapai 7,7 juta orang atau 6,56 persen dari total angkatan kerja. Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja menurut pendidikan tertinggi hanya 5,6 juta orang. (priyo setyawan/koran si)(//rfa)