Image: corbis.com
PEKANBARU - Ilmuwan dan mahasiswa dari tujuh negara memuji pengelolaan lahan gambut di Riau. Mereka melakukan penelitian pengolaan lahan gambut di PT Riau Andalan Pulp And Paper (RAPP) di Semenanjung Kampar, Riau.
Kelompok peneliti ini memuji yang dimiliki RAPP. Termasuk kualitas edukasi dan kemampuan tenaga ahli yang bekerja di lapangan serta terlibat langsung dalam kegiatan ini.
Peneliti dari Hokaiddo University Ryuse Hatano sangat terkesan dengan teknologi tata kelola air di sana untuk mengembangkan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang mengembangkan jenis tanaman akasia di lahan gambut.
"Baru kali ini saya melihat area tanaman industri yang terjaga dengan tidak merusak hutan termasuk di dalamnya komitmen RAPP dalam menjaga dan mengelola hutan alam,” kata Hatano, Selasa (22/11/2011).
Hal senada juga diungkapkan Peneliti dari Fakultas Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Cristopora Hanny Wijaya. Dia terkesan dengan kegiatan pusat pembibitan RAPP yang dapat menghasilkan 200 juta bibit setahun, termasuk pula kegiatan penanaman karet dan hutan tanaman industri untuk jenis pohon Akasia.
“Yang paling berkesan bagi saya pada saat melihat bentangan kombinasi hutan tanaman akasia dan hutan alam dari helikopter. Kombinasi keduanya sangat membantu terjaganya pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan. Ini merupakan kesempatan yang langka dalam melihat pengelolaan lahan gambut secara langsung. Kami juga bisa berdiskusi secara terbuka dengan para ahli RAPP di lapangan sehingga kami dapat melihat gambaran secara utuh bagaimana pengelolaan hutan tanaman industri yang lestari,” paparnya.
Hanny mengimbuhkan, kegiatan serupa sudah dilakukan di Siberia pada 2009, di Mongolia pada 2010, dan terakhir di Indonesia pada 2011.
Dirut RAPP Kusnan Rahmin mengatakan, perusahaan telah menjalankan usahanya selama ini dengan pola bisnis yang berkelanjutan, menyeimbangkan aspek pembangunan sosial dan ekonomi dengan nilai konservasi keanekaragaman hayati dan ekologi.
“Kami menjalankan usaha berdasarkan tiga pilar bisnis yaitu people, planet, dan profit. Kami juga patuh terhadap kebijakan pemerintah melalui penerapan fondasi bisnis yang pro-lingkungan, pro-pertumbuhan, pro-tenaga kerja, dan pro-pengentasan kemiskinan,” tambahnya.(rfa)