Getting Time...

Sea Games XXVI

Fajri, Sang Calon Arkeolog Bawah Laut

Rifa Nadia Nurfuadah
Rabu, 09 November 2011 16:07 wib
M Nurul Fajri (Foto: dok. pribadi)
M Nurul Fajri (Foto: dok. pribadi)
JAKARTA - Pemuda 21 tahun ini telah mengenal renang sejak berusia empat tahun. Kini, mahasiswa Departemen Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI) itu ambil bagian dalam Sea Games XXVI dan berjuang mengharumkan nama bangsa.

M Nurul Fajri merupakan salah satu sprinter yang dimiliki tim nasional (timnas) renang Indonesia. "Saya biasa bertanding di nomor 50 meter putra," ujar Fajri ketika dihubungi okezone, Rabu (9/11/2011). 

Pria yang ingin menjadi arkeolog bawah laut itu mengaku, ada kebanggaan dan kepuasan berprestasi dalam hal yang disukainya. Melalui prestasinya, Fajri ingin menginspirasi generasi muda seusianya untuk meraih hal lain di luar kampus.  

"Ada kebanggaan ketika saya mempersembahkan medali, baik bagi diri saya sendiri, keluarga, maupun negara," tutur pemegang medali emas dan perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 ini.

Karier Fajri menjadi atlet nasional dimulai ketika pada 2001 dia masuk pelatihan daerah (pelatda) DKI Jakarta untuk mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) renang. Kemudian, pada 2005, Fajri kembali dipanggil untuk memperkuat tim DKI Jakarta dalam kejuaraan lainnya.

"Pada 2007, saya bergabung dengan timnas untuk Sea Games di Macao," tutur penggemar musik itu.

Untuk Sea Games kali ini, Fajri mematok target meraih emas dalam nomor 50 meter perseorangan putra. Dia pun serius mengikuti dua sesi latihan setiap hari. Pagi hari, latihan dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian, pukul 15.30 WIB hingga maksimal pukul 20.00 WIB, Fajri mengikuti latihan sesi sore.

Jika dari catatan waktu selama try out, menurutnya, Thailand dan rekan satu timnyalah kompetitor paling kuat.

"Kalau saya kalah dari rekan satu tim, pasti sedih, Tapi bendera merah putih harus tetap berkibar. Dan saya sendiri akan berusaha menyabet emas," ujarnya optimistis. 

Kesempatan dan pengalaman memperkuat timnas Indonesia memang sangat dihargai Fajri. Meski untuk itu, cowok kelahiran 15 Agustus 1990 ini harus kehilangan banyak waktu berkumpul dengan teman sebaya maupun keluarganya. Tapi, tuturnya, hal tersebut adalah konsekuensi dari pilihan hidupnya.

"Insya Allah saya enggak menyesal, semua pilihan ada hikmahnya. Berkomunikasi sama teman juga masih bisa saya lakukan lewat berbagai jejaring sosial," paparnya ramah.

Walau berkonsentrasi meraih target emas pada Sea Games tahun ini, Fajri tetap memasang target lulus kuliah untuk mewujudkan keinginannya menjadi arkeolog bawah laut. Saat ini, Fajri mengambil cuti satu semester untuk mengikuti pelatihan nasional (pelatnas).

"Mudah-mudahan tahun depan lulus. Saya ingin jadi arkeolog bawah laut, karena saat ini jumlahnya masih sedikit," harapnya.(rfa)
TWITTER »
twit