foto: ist
BANDUNG - Penipuan berkedok SMS kembali menimpa Universitas Padjadjaran (Unpad) setelah sebelumnya pernah muncul aksi penipuan melalui pesan singkat dengan sasaran guru besar dan dosen. Kali ini aksi penipuan yang sama terjadi pada mahasiswa Unpad.
SMS yang mengatasnamakan Pembantu Rektor Bidang Akademik Unpad itu, meminta mahasiswa untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisidik Jabar) perihal seminar yang akan digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Berikut bunyi SMS tersebut; "Yang terhormat X (nama mahasiswa). Segera hub bpk Dr. H. M. Wahyudin Zarkasyi, Sk Kadisdik Jabar: 08***********. Perihal: Seminar Gratis Dari Dikti (Dari PR I Unpad).", demikian yang dilansir laman Unpad, Jumat (4/11/2011).
Dari laporan beberapa mahasiswa yang mencoba menghubungi nomor tersebut, mereka ditawari untuk mengikuti seminar di Nusa Dua, Bali, gratis dan diberi berbagai fasilitas.
Sementara itu, Kepala UPT Humas Unpad, Weny Widyowati menegaskan, SMS tersebut merupakan modus penipuan. Informasi dalam SMS ini sengaja dibuat tidak detail, agar mahasiswa terpancing untuk menghubungi nomor tersebut.
"Untuk semua mahasiswa Unpad mohon untuk waspada, berhati-hati, dan juga kritis dengan adanya kiriman SMS yang berisi penawaran untuk mengikuti seminar tersebut. Disitu dituliskan bahwa pesan dari PR 1 Unpad, tetapi mohon jangan dipercaya karena yang Humas tahu tidak ada kegiatan yang bekerja sama dengan Unpad untuk mengikuti seminar di Bali," ujar Weny.
Walaupun pengirim SMS menyatakan bahwa mahasiswa tersebut dapat mengikuti seminar ini secara gratis dan diberi berbagai fasiltas, namun ternyata mahasiswa malah diminta untuk mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening tertentu. Hal ini jelas merupakan bentuk penipuan.
Mengenai SMS ini, Weny mengungkapkan bahwa dia sudah mendapat laporan dari beberapa mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas. Meskipun demikian,hingga saat ini belum ada laporan mahasiswa Unpad yang dirugikan dan terlanjur mengirimkan sejumlah uang kepada pihak tersebut.
Dia berharap, civitas akademika Unpad yang telah mengetahui mengenai informasi modus penipuan ini dapat menyebarluaskannya agar tidak menimbulkan banyak korban.
(rhs)