foto: unair.ac.id
SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) kembali menambah tenaga intelektualitasnya. Hal itu ditandai dengan telah dikukuhkan tiga orang Guru Besar (Gubes) lagi. Tiga Professor baru itu dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Universitas (SAU) yang dipimpin langsung oleh Ketua SAU, Sam Soeharto.
Ketiga Gubes tersebut adalah Gubes bidang Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegeng Soetedjo, Gubes bidang Ilmu Kimia Farmasi pada Fakultas Farmasi Noor Erma Sugijanto, dan Gubes Ilmu Farmakognosi Fakultas Farmasi Bambang Prajogo.
Masing-masing merupakan Gubes ke-402, ke-403, dan ke-404 sejak Universitas Airlangga berdiri.
Seperti yang biasa terjadi kala pelantikan Gubes, mereka melakukan orasi ilmiah,
Soegeng berorasi tentang Peran Perguruan Tinggi BHMN dalam Pembangunan Bangsa dengan Pendekatan Manfaat Informasi.
Menurutnya, hanya perguruan tinggi yang dikelola secara mandiri yang dapat menghasilkan informasi berkualitas seperti yang disarankan dalam konsepsi akuntansi, sehingga dapat bermanfaat bagi pertanggungjawaban manajemen dan pengukuran kinerja perguruan tinggi.
"Harapan saya, RUU Perguruan Tinggi yang sedang digodog menghasilkan undang-undang yang akan memayungi perguruan tinggi yang berbadan hukum," katanya seperti dilansir laman Unair, Sabtu (29/10/2011).
Sementara itu, Erma berpidato dengan judul "Produksi Bahan Bioaktif Berkhasiat Obat Menggunakan Jamur Endofit,". Dia menjelaskan, mengenai endofit yang merupakan sumber bahan alam bioaktif berharga sebagai antimikroba, antikanker, antivirus, insektisida, enzim, dan beragam manfaat yang lain.
"Untuk membangun kemandirian dalam pemenuhan bahan baku obat harus menjadi prioritas kita bersama dan melibatkan akademisi, dunia usaha, dan pemerintah,” kata Erma.
Sedangkan Bambang Prajogo berorasi ilmiah dengan topik "Pendekatan Etnomedisin untuk Pengembangan Obat Kontrasepsi Pria dari Bahan Alam", yang secara umum menjelaskan tentang potensi tanaman obat Indonesia yang sebenarnya sangat menjanjikan untuk penemuan obat baru.(rhs)