Getting Time...

Hepatitis A Serang 40 Mahasiswa Unpar

Jum'at, 28 Oktober 2011 10:31 wib
Foto : Ist.
Foto : Ist.
BANDUNG - Sekira 40 mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung yang mayoritas berjenis kelamin laki-laki dinyatakan terinfeksi virus hepatitis A. Kini, mereka mendapat perawatan di rumah sakit (RS) secara berturut- turut.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Unpar, Rosmaida Christina mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) pada 3-17 Oktober 2011.

“Ya, memang ada mahasiswa yang dirawat di rumah sakit dan mereka positif terkena hepatitis A. Sekira pada 7 Oktober 2011 kejadiannya. Tapi, tidak semua terkena hepatitis, ada juga yang keracunan obat,” kata Rosmaida saat ditemui wartawan di ruang Humas Unpar, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung, kemarin.

Sekira 40 mahasiswa ini terdiri dari semester tujuh angkatan 2008 dan semester tiga angkatan 2010. Sebagian besar mereka sudah dipulangkan dari rumah sakit, namun sebanyak 12 orang masih mendapatkan perawatan intensif di RS Borromeous, Bandung.

“Mereka beda program studi, tapi mayoritas di antara mahasiswa yang terkena penyakit itu saling kenal. Kebanyakan dari mereka kos di sekitar Ciumbuleuit,” ungkap Rosmaida.

Mewabahnya hepatitis A di kalangan mahasiswa Unpar, lanjutnya, merupakan kali pertama. Sehingga pihak kampus memberikan perhatian khusus untuk menanganinya. Selain mengontrol mahasiswa yang ada di rumah sakit, bersama dokter, pihak Unpar juga memeriksa kondisi ruangan di kampus.

“Kami tidak tahu pasti penyebabnya, tapi kemungkinan adalah pola makan dan kondisi fisik mahasiswa yang kurang baik. Sepertinya tidak akan ada pertambahan jumlah pasien, karena kami sudah periksa tadi pagi ke rumah sakit,” Rosmaida menambahkan.

Untuk mencegah penularan virus ini lebih luas, Unpar bekerja sama dengan rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kota Bandung untuk melakukan sosialisasi pencegahan dan pengenalan gejala penyakit tersebut. Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bandung Rita Verita mengatakan, hepatitis A bukan penyakit berbahaya karena bisa disembuhkan. Namun, apabila terjadi secara bersamaan, harus diselidiki.

“Kami sudah dapat laporan dan langsung melakukan penelitian di sekitar kampus Unpar melalui puskesmas. Tidak hanya itu, kami juga melakukan sidak ke pedagang makanan di sekitar Ciumbuleuit,” ungkap Rita saat dihubungi kemarin.

Hepatitis A merupakan penyakit paling ringan dibandingkan hepatitis jenis lain (B dan C). Penyebabnya adalah virus yang tersebar dari kotoran/ tinja penderita, biasanya melalui makanan (fecal-oral), bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Selain itu, penyebaran penyakit dapat melalui jajanan makanan atau minuman yang cara penyajian, pengolahan, dan cara penyimpanannya tidak higienis. Perilaku hidup sehat mahasiswa yang masih kurang, juga dapat menjadi penyebab. (masita ulfah)(Koran SI/Koran SI/rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit