Getting Time...

Mahasiswi ITB Jadi Ketua Mahkamah Agung Rusia

Iman Herdiana
Senin, 24 Oktober 2011 19:02 wib
Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
BANDUNG - Dara Permata, salah satu peserta delegasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk Oxford International Model United Nation (OxiMUN) didapuk menjadi Ketua Mahkamah Agung Rusia di Joint Crisis Committee (JCC).

Mahasiswi Teknik Industri angkatan 2008 tersebut akan berangkat besok, Selasa 25 Oktober 2011, bersama delapan anggota tim OxiMUN ITB lainnya ke Oxford University, Inggris.

Pada acara yang akan berlangsung 28 hingga 30 Oktober 2011, mereka akan beradu argumen dengan 700 mahasiswa dari berbagai kampus di dunia.

Dara menjelaskan, JCC dibentuk PBB untuk menangani masalah-masalah krusial yang menyangkut krisis dunia. JCC harus menghasilkan solusi atau putusan dalam waktu secepatnya. “Misalnya, bagaimana mengatasi ancaman perang nuklir,” ujar Dara, dalam jumpa pers tentang terpilihnya delegasi ITB mengikuti OxiMUN 2011, Senin (24/10/2011).
 
Delegasi yang terpilih menjadi JCC, sambungnya, merepresentasikan tokoh asal suatu negara yang berkepentingan. Dara nantinya dihadapkan pada skenario perang dingin antara Amerika Serikat dan Rusia. Sebagai Ketua MA Rusia, tentu dara harus membela mati-matian kepentingan Rusia.
 
“Ancaman perang dingin nantinya akan menjadi bahan perdebatan seperti masalah nyata saja,” terangnya.

Dara akan menghadapi perdebatan sengit, terutama dari delegasi yang mewakili pemerintah Amerika Serikat. “Topik utamanya bagaimana menghadapi ancaman perang nuklir. Perang Dingin kan perang antara AS dan Rusia (Uni Soviet). Dulu, mereka berlomba mengembangkan nuklir dan kekuatan militernya,” tuturnya.
 
Topik perang dingin dipilih karena menurut panitia penyelenggara OxiMUN 2011, peristiwa itu masih relevan hingga kini. Meski Uni Soviet sudah runtuh dan menjadi Rusia, tetapi Rusia masih kuat. Apalagi kedekatannya dengan China sehingga setiap kebijakan yang diambil AS yang terkait negara-negara Timur Tengah misalnya, Rusia selalu bersikap kontra.

“Maka, jika Rusia dan Amerika konflik, dampaknya akan serius bagi dunia internasional,” pungkasnya.

Selanjutnya, Dara akan berangkat ke Inggris bersama peserta delegasi ITB lainnya. Mereka adalah Dang Dwaya Reksawibisanama (Teknik Industri 2009), Cut Farah Dirianti (Teknik Industri 2009), Indah Irdianti (Teknik Industri 2009), Dalia Aliv (Teknik Industri 2009), Gama Adam Firdaus (Teknik Perminyakan 2008), Sabrina Metra (Teknik Perminyakan 2008), dan Audi Wiratama Prabowo (Sekolah Bisnis Manajemen 2008).(rhs)
  • hermina sujono hadi » 0 Tanggapan
    hi generasi muda cerdas yang GENERALIS...masalah yang patut kalian DALAMI & TINDAK LANJUTI adalah KESALAHAN PENERAPAN HUKUM AGRARIA/PERTANAHAN di NKRI Tercinta...bila berminat kunjungi bengkel Ibu yaaa...Ibu alumni Teknik Sipil ITB yang nyasar ke disiplin ilmu yang lain.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • claudia » 0 Tanggapan
    saya beri dukungan untuk kakak tingkat.. lakukanlah yang terbaik buat Tuhan, almamater dan bangsa ini
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit