Getting Time...

8 Mahasiswa ITB Ikut Model Konferensi PBB di Oxford

Iman Herdiana
Senin, 24 Oktober 2011 13:27 wib
Foto : Mahasiswa ITB yang akan mengikuti Oxford International Model United Nation (OxiMUN)/Iman Herdiana (okezone)
Foto : Mahasiswa ITB yang akan mengikuti Oxford International Model United Nation (OxiMUN)/Iman Herdiana (okezone)
BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mengirimkan delegasinya untuk mengikuti model konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Kali ini, delapan mahasiswa ITB dari berbagai jurusan akan berangkat mengikuti Oxford International Model United Nation (OxiMUN), sebuah model konferensi PBB yang dilaksanakan di Oxford University, Inggris pada 28-30 Oktober 2011 mendatang.

Kedelapan delegasi dari ITB, terdiri dari Dang Dwaya Reksawibisanama (Teknik Industri 2009), Cut Farah Dirianti (Teknik Industri 2009), Indah Irdianti (Teknik Industri 2009), Dalia Aliv (Teknik Industri 2009), Dayu Dara Permata (Teknik Industri 2008), Gama Adam Firdaus (Teknik Perminyakan 2008), Sabrina Metra (Teknik Perminyakan 2008), dan Audi Wiratama Prabowo (Sekolah Bisnis Manajemen 2008).

Mereka dijadwalkan akan berangkat besok, Selasa 25 Oktober 2011. Kedelapan delegasi ini akan merepresentasikan Thailand dan Republik Ceko. Mereka akan berdiplomasi bersama 700 peserta lain dari berbagai kampus di dunia yang mengangkat isu international, seperti politik dunia, keamanan, maupun hak asasi manusia (HAM).

Kepala delegasi mahasiswa ITB Dang Dwaya Reksawibisanama menyebutkan, tujuan mengikuti model sidang delegasi adalah mengajak dan mendorong pelajar-pelajar di seluruh dunia untuk peduli terhadap isu yang terjadi saat ini sebagai bagian dari dunia internasional.

"Para delegasi akan menghasilkan draft resolusi. Mahasiswa juga diajak untuk sadar (aware) terhadap isu sosial yang terjadi di dunia dan turut memberikan kontribusi nyata berupa resolusi yang kami ajukan," ungkap Dang, dalam jumpa pers di ITB, Senin (24/10/2011).

Keuntungannya, lanjut Dang, adalah mengasah kemampuan peserta untuk berbahasa Inggris, berdebat, dan negosiasi dengan seluruh mahasiswa dunia yang memiliki pola pikir berbeda-beda.

Sebelum diterima mengikuti simulasi sidang PBB, delapan mahasiswa ITB tersebut mengikuti sejumlah seleksi, mulai dari public speaking, paper making, dan debat. Sejumlah persyaratan itu didaftarkan pada April 2011 dan diterima Juli 2011. Selain menjadi wakil Thailand dan Republik Ceko, peserta juga akan terbagi ke dalam beberapa komite yakni Asean, special politic, human right, social humanitarian, dan joint crisis.

"Kita akan membahas soal tindakan militer, pengunsian, perdamaian, trafficking, terorisme, anak korban perang, krisis, dan lain-lain. Kita akan berdebat untuk mencari resolusi," ujarnya.

Sebelumnya, delegasi dari ITB juga pernah menjadi delegasi Harvard World Model United Nations (World MUN) 2011. Saat itu, 12 mahasiswa ITB sebagai delegasi Irak dan delapan mahasiswa lainnya sebagai delegasi Sierra Leone.(rhs)
TWITTER »
twit