Getting Time...

Rektorat Unkhair Minta Klarifikasi Terkait "Ayam Kampus"

Rival Fahmi
Senin, 24 Oktober 2011 10:03 wib
Ilustrasi : Corbis
Ilustrasi : Corbis
TERNATE - Pernyataan Wakil Walikota (Wawali) Ternate Arifin Djafar yang dilansir sejumlah surat kabar harian di Ternate mengenai Kampus Koleksi Ayam Kampus masih saja menuai masalah.

Pihak Rektorat Universitas Khairun (Unkhair) Ternate bahkan menggelar rapat untuk membahas pernyataan yang menuai kecaman para civitas akademika tersebut.

“Kami telah melayangkan surat kepada Wakil Walikota yang berisi permintaan klarifikasi secara terbuka pada publik melalui media massa menyangkut pernyataannya itu,” kata Rektor Unkhair, Gufran Ali Ibrahim pada okezone, akhir pekan lalu.

Selain meminta klarifikasi, Gufran yang ditemui usai mengikuti Seminar Nasional Membongkar Patologi Empat Pilar Bangsa di kampus Unkhair Ternate juga mendesak Wakil Walikota segera memberikan data yang dimaksud bahwa Pemkot mengantongi nama-nama mahasiswa yang tertangkap saat razia PSK beberapa waktu lalu.

“Kampus bertanggung jawab atas pendidikan moralitas bagi mahasiswa. Meskipun, perilaku mahasiswa di luar kampus bukan tanggung jawab kami, namun ini gejolak sosial yang harus segera ditangani. Kami berharap Pemkot segera menyerahkan data tersebut untuk selanjutnya akan dibahas di tingkat senat tentang kelanjutannya,” tegas Gufran.
 
Senat universitas, ungkap Gufran, juga telah melakukan rapat untuk membahas masalah tersebut. “Hasilnya, ya seperti saya sampaikan tadi,” ujarnya.

Menyangkut maraknya aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang mengecam pernyataan serta meminta pertanggungjawaban serta desakan agar wakil walikota mundur dari jabatannya, Rektor secara terbuka membantah itu merupakan skenario kampus.

“Itu murni gerakan dari mahasiswa. Pihak rektorat tidak pernah menyuruh atau melarang mereka (mahasiswa) untuk turun ke jalan berunjuk rasa. Mungkin saja itu mereka merasa terpanggil saat merasa dilecehkan dengan pernyataan tersebut,” tutup Gufran.

Sementara itu, dalam pernyataan persnya, wakil walikota Arifin Djafar membantah menyebut kampus sebagai sarang mahasiwa berprofesi PSK atau yang diistilahkan “ayam kampus”. Arifin hanya menyebut, berdasarkan data dari Satuan Polisi Pamong Praja yang dalam operasi PSK-nya banyak mendapati sejumlah mahasiswa yang tertangkap basah bersama pasangan diluar nikah.

“Saya akan mengundang secara khusus seluruh pimpinan perguruan tinggi di Ternate untuk bertatap muka dan mengklarifikasi hal tersebut,” tutur Arifin.(rhs)
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit