Magang, Ajang Curi Ilmu ala Lucky Masterchef

Jum'at, 14 Oktober 2011 18:30 wib | Riani Dwi Lestari - Okezone

foto: Lucky Masterchef/ Riani Dwi Lestari okezone.com foto: Lucky Masterchef/ Riani Dwi Lestari okezone.com JAKARTA - Kamu tentunya tahu Chef Lucky kan, yang baru-baru ini menyandang gelar Masterchef dari acara lomba memasak bertajuk Masterchef Indonesia musim pertama itu loh. Masterchef asal Malang tersebut ternyata memiliki kisah yang asik untuk dibagi bareng kamu.

Sewaktu kuliah di Dicken University, Melbourne, Australia, lelaki dengan ciri khas ikat kepala sushi chef tersebut melakukan magang di sebuah restoran bernama Pearl Restaurant di Melbourne sebagai tukang cuci piring.

"Sebenarnya ada alasan kenapa gue pilih jadi tukang cuci piring. Pertama, kalau elo kerjanya cepat, elo bisa melihat para chef di dapur memasak dan menyiapkan masakan. Dan kedua, elo bisa tahu bagaimana cara chef tersebut bekerja," aku Lucky dengan santai kepada okezone, Jumat (14/10/2011) sore.

Saat magang, Lucky mengaku selalu cepat menyelesaikan pekerjaannya lantaran ingin melihat para chef bekerja.

"Begitu resto buka, gue langsung siap-siap untuk membersihkan piring, dan sebisa mungkin gue melihat para chef mengolah makanan, dan gue praktekin di tempat kost setiap hari," kenang pemilik restoran Lucky Grill Ribs.

Melalui magang tersebut, Lucky tidak hanya mendapat ilmu memasak saja, tetapi juga hal lainnya. "Ternyata kalau mau jadi chef itu susah banget, apa lagi jadi head chef. Maka dari itu, buat elo yang memang minat mau jadi chef, elo harus berusaha sekuat mungkin dan enggak boleh asal-asalan di dunia kuliner," pungkasnya.

Untuk itu, dia menyarankan, agar mahasiswa yang memang kuliah di jurusan tata boga atau sekolah memasak lainnya supaya serius dan mengutamakan kerja keras dan terus berjuang.
(rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป