Getting Time...

LIPI Kukuhkan 3 Profesor Riset

Margaret Puspitarini
Selasa, 11 Oktober 2011 10:05 wib
Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengukuhkan tiga profesor riset dalam bidang masing-masing, yakni bioteknologi, biologi, dan politik. Mereka adalah Dedy Darnaedi, Peneliti Pusat Penelitian Biologi LIPI Lasman Partomuan Simanjuntak, Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Tri Ratnawati, Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI.

Dr. Dedy Darnaedi menyampaikan orasi ilmiah dalam bidang Botani dengan judul Taksonomi dalam Pergeseran Orientasi Nilai dan Manfaat Keanekaragaman Hayati. Dr. Lasman Partomuan Simanjuntak memberikan orasi ilmiah dalam bidang Kimia Organik berjudul Tumbuhan dan Mikroba Endofit di Indonesia: Potensi Biodiversitas untuk Bahan Obat. Sementara, Dr. Tri Ratnawati menyampaikan orasi ilmiah dalam bidang politik dengan judul Otonomi Daerah Era Reformasi dan Urgensi Dekonsentrasi Parsial dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Demokratis.

Orasi ilmiah tiga profesor riset LIPI dan pengukuhan akan dilakukan di Widya Graha LIPI, Jalan Gatot Subroto 10, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2011) pagi ini.

Keanekaragaman hayati dan otonomi daerah menjadi topik utama yang diangkat dalam orasi tersebut. Dedi menyatakan, keanekaragaman hayati merupakan sokoguru yang terbukti mampu menopang kehidupan berjuta rakyat Indonesia.

"Keanekaragaman hayati adalah modal dasar dan aset penting dalam pembangunan, walaupun kebijakan pemanfaatannya masih dilakukan secara tradisional dan boros. Bahkan, terkadang aset penting tersebut tersia-siakan," ujar Dedi seperti dikutip dari siaran pers yang diterima okezone, Selasa (11/10/2011).

Pernyataan ini didukung oleh Lasman. Dia mengemukakan, studi tumbuhan obat dan mikroba endofit Indonesia menunjukkan potensi keanekaragaman hayati di Indonesia untuk obat sangat besar.

"Mikroba endofit menghasilkan beberapa senyawa kimia, baik bioaktif baru maupun senyawa kimia yang sudah dikenal dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat, seperti tanaman ‘Lasang’ yang digunakan untuk mengobati darah tinggi dan diuretik, ‘Kapulasan Pandan’ untuk obat antiracun ular dan demam dan lainnya," jelasnya.

Sementara Tri Ratnawati mengatakan, otonomi daerah bisa benar-benar menjadi otonomi rakyat bila didukung negara yang telah ada. "Dekonsentrasi parsial merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah," ujarnya.(rhs)
  • Hernawati » 0 Tanggapan
    Seru ya dan bangga ternyata LIPI banyak mencetuskan anak bangsa memiliki wawasan dan teknologi tepat guna, menjadi suatu karya yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat dan kebanggaan milik bangsa.Tapi tolong dong bangun bangsa ini dengan melihat kedepan dan yang pintar dan ahli jgn menjadi ahli dinegeri orang. Saya juga akan banyak belajar dari LIPI. Tks infonya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit