Ilustrasi : Corbis
DENPASAR - Untuk meningkatkan pengetahuan ratusan guru dan ribuan siswa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka berupaya untuk terus mendalami teknologi komunikasi dan informasi (ICT) yang dikemas edutainment.
Lewat sebuah pelatihan bagi sekira 100 guru mata pelajaran fisika dan 1.000 siswa SMU di NTB, mereka memperdalam ICT, selama tiga hari yang berakhir hari ini.
"Pelatihan ini merupakan rangkaian program corporate social responsibility (CSR) ICT di bidang pendidikan di 22 kota di seluruh Indonesia pada tahun ini," kata Syaiful Bachri, GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Bali Nusra, Minggu (2/10/2011).
Dalam program CSR ICT Guru ini, pelatihan diberikan kepada para guru untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Serta bagaimana para guru bisa mengakses kebutuhannya akan bahan ajar maupun sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.
“Dengan memperkenalkan pemanfaatan perangkat berbasis teknologi komunikasi dan informasi, kami berharap kualitas dan kompetensi guru dapat lebih ditingkatkan,” harap Syaiful didampingi Pandu Maulana, Corporate Commnication.
Pada kegiatan yang berlangsung di Lombok, Mataram tersebut, para guru mengikuti pretest untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan penguasaan mereka atas pelajaran fisika.
Kegiatan pada hari pertama tersebut dilanjutkan dengan pelatihan menggunakan modul, situs www.telkomselsahabatguru.com, dan perkenalan bahan ajar digital. Para peserta yang terdiri dari para guru fisika di lebih dari 40 SMU di Mataram dan sekitarnya ini terfokus pada penyusunan bahan ajar digital.
Selanjutnya pada hari terakhir, para guru akan membahas tuntas bahan ajar digital serta update penyelesaian soal latihan bersama-sama dengan para siswa setingkat SMP dan SMU.
“Kami merancang program ini agar tepat sasaran dengan menggandeng wadah komunitas para guru, yakni Musyawarah Guru Mata Pelajaran yang selama ini dikenal sangat perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan bahan ajar," tukasnya.
Pelatihan ini menggunakan konsep edutainment, sehingga para guru terinspirasi untuk dapat menyampaikan materi pelajaran yang lebih mudah dimengerti.
Selain itu, bagaimana penyampaian mata pelajaran lebih menyenangkan di bawah bimbingan trainer yang telah lama dikenal para guru lewat metode pengajarannya yang interaktif,” papar Ari, panggilan akrab Syaiful Bachri.
Belum lama ini, pihaknya telah menggandeng beberapa SMU di Mataram sebagai sekolah binaan Telkomsel. Dalam program ini, para guru dan siswa akan memperoleh sarana belajar online melalui situs yang interaktif. Para guru matematika juga akan mendapatkan bahan ajar matematika serta pelatihan secara rutin setiap dua bulan sekali.(rhs)