Getting Time...

Teknik Kelautan ITB Terakreditasi Internasional

Iman Herdiana
Senin, 12 September 2011 12:21 wib
Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
BANDUNG - Program Studi (prodi) Teknik Kelautan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapat akreditasi internasional dari Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) Inc., USA.

ABET untuk Prodi Teknik Kelautan ITB berlaku selama 6 tahun terhitung mulai Oktober 2011hingga Oktober 2017.

"Akreditasi ini membuat  Program Studi (Prodi) Teknik Kelautan ITB menjadi ocean engineering program pertama di luar Amerika Serikat yang memperoleh akreditasi ABET," kata Ketua Program Studi Teknik Kelautan ITB Muslim Muin, dalam jumpa pers di Gedung Rektorat ITB, Senin (12/9/2011).

ABET adalah badan akreditasi untuk prodi (bukan institusi) bidang rekayasa dan teknologi di USA. Berdiri sejak 1930, sebagai organisasi nirlaba independen (bukan badan pemerintah). Saat ini ABET diikuti 32 organisasi dari ikatan ahli teknik profesional dunia sekaligus representasi dari 1,8 juta praktisi profesional.

Muslim melanjutkan, usaha Teknik Kelautan memeroleh ABET sudah dimulai sejak 2007. Lalu pada Januari 2010 pihaknya mulai mengajukan permohonan akreditasi. Pada Juli 2010 dilakukan penyerahan Self-Study Report (SSR) yang berisi laporan pelaksanaan masing-masing kriteria ABET di prodi kelautan ITB.

Kunjungan ABET ke ITB dilakukan Januari 2011 selama tiga hari. Dalam kunjungan ini assessor melakukan proses verifikasi SSR yang meliputi pemeriksaan dokumen pendukung proses belajar mengajar (portofolio perkuliahan), fasilitas prodi, pimpinan ITB, fakultas, dosen, mahasiswa, alumni, dan industrial advisory board.
 
Penilaian ABET terhadap kelautan ITB dilakukan oleh empat komisi yang ada di ABET. Komisi ini meliputi Applied Science Accreditation Commission, Computing Accreditation Commission, Engineering Accreditation Commission, dan Technology Accreditation Commission.

ABET juga berpengaruh terhadap citra prodi. Misalnya, tutur Muslim, di dunia kerja terutama di luar negeri ada perusahaan yang menanyakan kepada pelamar apakah prodi yang pernah diikutinya terakreditasi internasional atau tidak. "Lewat ABET lebih mudah lagi untuk bekerja di luar negeri," ujarnya.

Rektor ITB Akhmaloka menambahkan, upaya mendapatkan ABET bagian dari upaya internasionalisasi yang dilakukan ITB. Tujuannya untuk meningkatkan rasa percaya diri khususnya mahasiswa Indonesia dan kesetaraan dengan kampus lain.

"Ini upaya interaksi kultural dan membangun kesetaraan. Internasionalisasi perlu karena kita kurang pede jika bergaul dengan kampus-kampus di luar negeri," jelas Akhmaloka.(rhs)
TWITTER »
twit