Ilustrasi : Corbis
JAKARTA – Prestasi para pendaki Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung yang tergabung dalam Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (ISSEMU) sungguh sangat luar biasa.
Sofyan Arief Fesa (28), Xaverius Frans (24), Broery Andrew Sihombing (22), dan Janatan Ginting (22) berhasil menjadi pendaki Indonesia pertama yang menaklukan tujuh puncak gunung dunia.
Ketujuh gunung tersebut yakni Carstensz Pyramid, Papua, Indonesia; Kilimanjaro, Kenya, Afrika; Elbrus, Rusia; Vinson, Antartika; Aconcagua, Argentina; Everest, Nepal; dan Puncak Denali, Alaska, Amerika Selatan.
Ketua Pendakian, Sofyan Arief Fesa menyebutkan, tiga rahasia sukses yang dimilikinya dalam menaklukan seven summits. “Pertama enjoy, healthy, dan summits,” ujarnya ketika jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jumat (29/7/2011).
Ditemui pada penyambutan kepulangan tim ISSEMU di Restoran Pulau Dua, Senayan, mahasiswa berusia 28 ini menjelaskan, enjoy yang dimaksud adalah menikmati setiap proses pendakian.
“Meski banyak kendala seperti tipisnya oksigen, terjalnya rute pendakian, bahkan disuruh turun kembali padahal belum sampai puncak, harus tetap dinikmati,” tutur Sofyan.
Kedua, lanjutnya, pendaki harus dalam keadaan sehat. Sementara yang terakhir, dia menyebutkan para pendaki harus fokus dengan tujuan akhir, yaitu puncak gunung yang dituju.
“Kami harus fokus dengan tujuan kami untuk sampai di puncak gunung yang dituju. Sehingga apapun rintangannya, kami akan berusaha hadapi demi mencapai puncak,” kata mahasiswa S-2 Manajemen Bisnis Unpar tersebut.
Anggota tim lainnya Xaverius Frans (24) mengungkapkan, satu rahasia sukses lain agar timnya berhasil memenuhi misi mereka. "Tidak lupa, rahasia sukses berasal dari doa semua orang yang mendukung dari sini," tutur mahasiswa Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi menambahkan.
Keempatnya mengaku bangga atas prestasi mereka menjadi mahasiswa pertama yang meraih gelar seven summiters di Indonesia. Namun, Sofyan mengaku akan tetap memfokuskan diri pada kegiatan perkuliahan. “Sesuai pesan ibu rektor, kami harus menyelesaikan kuliah terlebih dahulu,” katanya menjelaskan.
(rhs)