Getting Time...

Tim Seven Summits Unpar Kembali ke Tanah Air

Riani Dwi Lestari
Jum'at, 29 Juli 2011 19:51 wib
Foto : Riani Dwi Lestari/okezone
Foto : Riani Dwi Lestari/okezone
JAKARTA - Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (ISSEMU) kembali ke Indonesia hari ini, Jumat (29/7/2011).  
Kedatangan mereka kembali ke Tanah Air setelah mempersembahkan gelar Seven Summiters pertama untuk Indonesia, disambut oleh orang terdekat dan pihak univeritas, yakni Rektor Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Dr. Cecilia Lauw.
 
Sebagai penyambutan turun gunungnya keempat summiters, yaitu Sofyan Arief Fesa (28), Xaverius Frans (24), Broery Andrew Sihombing (22), dan Janatan Ginting (22), digelar jumpa pers beserta makan malam di Restoran Pulau Dua, Jakarta Selatan.
 
Keempat mahasiswa ini dinobatkan sebagai pendaki Indonesia pertama yang berhasil menaklukan tujuh puncak tertinggi di dunia atau The Seven Summiters, yang terdiri dari Carstensz Pyramid, Indonesia (4.884 mdpl) pada 23 dan 26 Februari 2009; Kilimanjaro (5.895 mdpl) Kenya, Afrika (10 Agustus 2010); Elbrus (5.642 mdpl), Rusia (24 Agustus 2010); Vinson (4.897 mdpl), Antartika (13 Desember 2010); Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina (9 dan 29 Januari 2011); Everest (8.848 mdpl), Nepal; dan Puncak Denali (6.194 mdpl) pada 7 Juli lalu.
 
Keempat pendaki itu terpilih melalui proses seleksi pendakian di Carstensz Pyramid Papua, Indonesia. Dari 11 Mahitala Unpar yang mengikuti pendakian gunung tertinggi di Indonesia tersebut, terpilihlah empat pendaki ini sebagai tim ekspedisi ISSEMU.
 
Meski bangga atas prestasi yang diraih mahasiswanya, Dr. Cecilia Lauw mengingatkan agar para mahasiswanya tetap mengutamakan kegiatan kuliah. “Yang penting, kuliah tetap harus diselesaikan dulu,” pesannya ketika menyambut kedatangan para pendaki muda tersebut di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
(rhs)
TWITTER »
twit