Ospek Ternyata Seru Juga, Lho! (2)

Jum'at, 29 Juli 2011 15:05 wib | Riani Dwi Lestari - Okezone

Ilustrasi : ist. Ilustrasi : ist. JAKARTA - Kegiatan Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (ospek) sering dianggap sebagai kegiatan dengan tindak kekerasan, intimidasi, dan makian. Belum lagi pemakaian artibut dan tugas-tugas yang tidak masuk akal, membuat pesertanya malu dan kewalahan.

Ospek juga dinilai bisa memberikan efek traumatis kepada pesertanya, terutama jika salah satu calon mahasiswanya ada yang mengalami kematian lantaran beratnya kegiatan ini.

Namun, definisi ospek seperti itu tidak ditemukan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Ospek tahun ini malah difokuskan untuk pengarahan yang dihelat didalam ruangan. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UII Bachnas mengatakan, desain kegiatan tesebut untuk bulan depan sudah dibuat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UII.

"Adik-adik di BEM juga menyesuaikan waktu ospek, karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, jadi kegiatan akan berpusat di dalam ruangan," kata Bachnas kepada okezone, Jumat (28/7/2011).

Ospek tahun ini, lanjutnya, akan difokuskan untuk pengenalan dan pemahaman kampus. Bachnas dan rekan dosen lainnya juga akan turun langsung ke lapangan sebagai bukti keseriusan pihak kampus dalam mengawasi jalannya program tersebut.

Tindak kekerasan, intimidasi dan makian yang selalu mewarnai masa Ospek rupanya tidak dialami oleh teman-teman berikut ini. Dengan menyimak cerita mereka, mungkin akan memberimu sedikit persepektif baru mengenai kegiatan tahunan yang diselenggarakan BEM tersebut.

Contohnya saja Aditya Rian Anggoro atau yang akrab disapa sebai Ara, dia bercerita, pengalaman ospeknya ternyata jauh berbeda seperti yang kita biasa liahat di televisi. "Ospek yang saya alami menyenangkan sekali sih, bahkan memberikan cukup banyak manfaat bagi saya pribadi," tutur Ara.

Pada saat ospek, lanjut Ara, dia diberikan pelatihan (mentoring) oleh para seniornya dengan cara yang baik dan menarik, lebih utama lagi, tanpa makian. "Sama sekali enggak ada kekerasan, ya. Yang ada kami dibina, diberi masukkan dan diberi tugas-tugas tertentu memakai atribut yang aneh-aneh," aku mahasiwsa Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Salah satu tugas yang menurutnya berkesan adalah membuat proyek dari material sampah. "Saat itu pengelolaan sampah di UI masih belum baik, oleh karena itu Kami diminta untuk membuat sesuatu, apa saja menggunakan sampah. Waktu itu tim saya membuat lukisan bergambar gedung rektorat UI dari sampah," kenang mahasiswa Fakultas Ekonomi UI ini.

Menurut Ara, tindak kekerasan yang acap kali terjadi saat ospek sudah tidak berlaku lagi untuk generasi sekara ini, "Sudah enggak jaman lagi ospek dibentak-bentak. Lebih baik dengan memberikan bimbingan dan tugas-tugas yang jelas dan masuk akal, agar bermanfaat buat mahasiswanya," Ara mengimbuhkan.

Senada dengan Ara, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Adi Sukardi juga memiliki pengalaman menarik saat ospek. "Saya kebetulan menjadi panitia ospek tahun lalu, menurut umpan bailk yang saya terima dari peserta waktu itu, ospek yang BEM UNJ selenggarakan baik sekali," ujar Adi.

Ospek yang dilakukan BEM UNJ, menurut Adi, diselenggarakan untuk memenuhi nilai-nilai yang dianut kampusnya. Kegiatan tersebut harus memenuhi unsur-unsur akademik yang mengharuskan mahasiswa UNJ mengembangkan ilmu pengethuan, serta unsur spiritual seperti mentoring dalam bidang motivasi.
 
Panitia ospek , lanjut Adi, tidak meminta peserta untuk memakai atribut aneh selama kegiatan berlangsung. Ada pengalaman berkesan saat melakukan sesi mentoring kepada juniornya, "Saat itu ospek berlangsung di bulan puasa, seharusnya mereka kelelahan dan tidak semangat, kenyataanya mereka sangat semangat," imbuh mahasiswa jurusan bimbingan konseling tersebut.

Apalagi, menurutnya saat sesi motivasi, peserta ospek sangat antusias, "Mereka melakukan apa yang pembicara minta seperti tertawa denga keras, melompat-lompat, dan sebagainya saat sesi motivasi. Padahal peserta ratra-rata sedang menjalani ibadah puasa," tutur Adi.

Bagi Adi, ospek merupakan pengalaman seru saat awal masuk kuliah, karena tidak hanya mengenal studi dan lingkungan kampus saja, tetapi bisa mengenal baik senior maupun juniornya. "Dan sudah sekitar tiga tahun belakangan ini beberapa kampus sudah tidak melakukan kegiatan ospek dengan paradigman lama, mungkin mereka sudah menyadari bukan jamannya lagi ospek dengan kekerasan," tandasnya.

Tidak disangka, ternyata ospek juga memiliki cerita menyenangkan, ya. Dengan begitu, kamu tidak perlu takut lagi untuk mengikuti ospek, siapa tahu kamu bisa mendapat pengalaman seru yang berkesan. (rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป