Getting Time...

Serba-serbi Ospek (1)

Riani Dwi Lestari
Jum'at, 29 Juli 2011 12:15 wib
Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
JAKARTA - Apa sih yang melintas dibenakmu jika kamu mendengar kata ospek? Belakangan ini, ospek dianggap sebuah kegiatan kontroversial yang penuh dengan unsur kekerasan (bullying), intimidasi dan tragedi. Namun, apa sih sebenarnya tujuan ospek dan bagaimana seharusnya kegiatan ini berjalan?

Ospek sendiri sebuah singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, setiap universitas melaksanakan kegiatan ini tiap penerimaan mahasiswa baru yang biasanya dilakukan setiap semester gasal atau sekitar awal Juli.

Kegiatan pengenalan ini murni digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada pada setiap kampus perguruan tinggi. Karena ospek merupakan kegiatan BEM yang dilakukan di luar jam kuliah, maka pihak-pihak seperti rektor, dosen dan badan admisi kampus tidak turut ikut dalam kegiatan ini, mereka hanya mengawasi agar Ospek berjalan dengan baik.

Sebenarnya Ospek sendiri memiliki tujuan, loh, yaitu antara lain membantu mahasiswa baru (Maba) untuk mengnal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis, serta memahami mekanisme yang berlaku didalamnya. Menambah wawasan maba dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus, mempersiapkan maba agar mampu belajar di perguruan tinggi serta mematuhi peraturan dan norma yang berlaku. Selain itu juga menumbuhkan rasa persaudaraan di kalangan civitas akademika.

Enggak hanya memiliki tujuan, ternyata ospek juga harus memiliki fungsi tersendiri, seperti fungsi orientasi, fungsi komunikatif, fungsi normatif dan fungsi akademis.

Adapun penjabaran fungsi-fungsinya, seperti fungsi orintasi yakni ospek berfungsi pengenalan dan adaptasi bagi Maba untuk memasuki Perguruan Tinggi (PT) yang berbeda dengan belajar disekolah lanjutan. Ospek harus memiliki fungsi komunikasi yaitu, komunikasi yang terjadi diantara civitas akademica dan pegawai kampus lainnya.

Ospek juga harus punya fungsi normatif yang membuat Maba menghayati dan mengamalkan aturan serta norma yang berlaku di kampus, loh. Kemudian yang terakhir yaitu, fungsi akademis yang memunginkan Maba mengembangkan bakat, intelekual, minat dan kepemimpinan mereka.

Sayangnya, ospek yang selama ini kita kenal sepertinya tidak berjalan dengan semestinya sesuai tujuan dan fungsi ospek itu sendiri, ya. Jejak rekam ospek selalu diiringi cerita suram semacam kekerasan, intimidasi secara persuasif, makian , dan bahkan kematian. Ditambah, media massa selalu mengumbar perspektif negatif mengenai ospek.

Meski demikian, tampaknya kampus-kampus di Tanah Air tidak kapok, ya, dengan tragedi yang selama setengah dekade ini menjadi momok di dunia perguruan tinggi. Buktinya kegiatan ospek masih dilaksanakan tiap kali penerimaan maba. 

Tetapi, sebenarnya ada atau enggak, ya, pengalaman-pengalaman ospek yang betul-betul membawa maslahat bagi pesertanya? Sepertinya sih nihil, ya, tetapi mungkin saja bukan? Penasaran dengan cerita serunya ospek, simak terus di www.okezone.com.(rhs)
  • BADHA ATNANGAR » 0 Tanggapan
    jngan di perdebatkan kawan!!!!! intinya maba adalah individu yg sedang berproses menuju kematangan,,,jadi wjar klo harus diospek,,,krena ospek dibutuhkAN kesiapan -kesiapan fisiologis maupun sosial
    Beri Tanggapan Laporkan
  • HANA » 0 Tanggapan
    orientasi? komunikatif? nomatif? akademis? apa benar membebankan MaBa dengan serba-serbi yang terlihat t***l itu sebagai bentuk pengenalan? gue rasa semua orang sudah jauh terlebih dulu melewati masa2 semacam MOS sebelum menduduki bangku perkuliahan. OSPEK adalah pembodohan diluar akademis! SETIAP MAHASISWA TELAH MEMBAYAR MAHAL dengan tujuan u/ MENDAPATKAN ILMU DAN GELAR! jadi terlihat jelas, ospek hanyalah ajang EKSISTENSI & BALAS DENDAM bagi sebagian senior...!!! Gue sebagai seniorpun gak akan pernah mengiyakan hal2 semacam itu apalagi di BANGKU PERKULIAHAN!!! Kita manusia, dibekali otak, apalagi setelah 9 TAHUN sebelumnya BERSEKOLAH!!! gambar diatas baru contoh kecil. BETAPA TERLIHAT BODOHNYA SESEORANG DIBAWAH PENGAWASAN SENIOR! CARA YG TEPAT ADALAH: SEMINAR DENGAN MENGGANDENG PARA MABA U/ AKTIF DALAM DISKUSI KAMPUS. (BERSIFAT MENGGANDENG*KEKELUARGAAN). Contoh diatas jelas tidak menggandeng bukan? Karena jelas ada gate yang mengharuskan maba mengikuti apa yang diperintahkan senior!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • aaaa » 0 Tanggapan
    bknnya takut ngabisin duit aj!!!!! untuk makan aja susah ap lg untuk bgituan
    Beri Tanggapan Laporkan
  • april » 2 Tanggapan
    ospek itu g usah pke hal2 yg aneh ky gmbr diatas,tidak ada manfaatny;yg mendidik aj intiny tidak mlah diperlakukan seakan2 sprti anak autis,, g ada tjuanny kan???????
    • april benar....
      ga usah diperdebatkan lagi...sudah jelas kok....Ospek yg saat ini ada tidak sesuai dengan fungsi utama dan banyak melanggar syariat islam jangan bilang sy ga ikut ospek...dikampus sy ospek diberlakukan selama setahun tiap minggu jadi mainan senior... dari 100% kegiatan ospek hanya 10% manfaat 90% tak ada manfaat sm sekali....
    • april banci
      ketauan klo ga prnh ikut ospek ya aprilll???takutt???
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit