Unesa Pasang Tarif Rp20 Juta

Jum'at, 17 Juni 2011 10:25 wib | -

Unesa Pasang Tarif Rp20 Juta Ilustrasi: ist. SURABAYA – Perguruan tinggi negeri (PTN) kini seakan berlomba-lomba dengan “tarif” kuliah. Jika Universitas Airlangga (Unair) mematok besaran biaya SP3 Rp175 juta untuk jurusan kedokteran (S- 1), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mematok Rp50 juta untuk jurusan Teknik Informatika.

Seakan sedang bersaing, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menentukan biaya Rp20 juta untuk sumbangan dana pengembangan (SDP) bagi mahasiswa jalur mandiri. Besaran biaya kuliah di Unesa terlihat pada lembar informasi pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2011/2012 yang disebar pihak kampus.

Dalam lembar formulir itu tertera untuk jalur mandiri SDP Rp20 juta. Sedangkan SPP-nya berkisar Rp800.000–Rp 1 juta. Biaya tersebut belum termasuk sumbangan-sumbangan lain, misalnya pembelian jas almamater, kalender, asuransi selama menjadi mahasiswa, dan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB). “Total kebutuhan untuk asuransi dan kebutuhan lain sebesar Rp460 ribu,” kata Pembantu Rektor (PR) I, Kisyani Laksono kemarin.

Kisyani menuturkan, jalur mandiri di Unesa dikenal dengan sebutan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). SPMB ini dibagi menjadi empat bagian yakni, jalur SPMB 1, SPMB II, Kemitraan Mandiri, dan Kelas Internasional. Untuk SPMB 1, Unesa mendapat kuota 819 mahasiswa, SPMB II membutuhkan 781 mahasiswa, kemitraan mandiri 436 mahasiswa, dan kelas internasional 60 mahasiswa.

Dari masing-masing jalur mandiri itu, Unesa menarik biaya berbeda-beda. Untuk SPP IPA/IPS, setiap semesternya mengeluarkan biaya Rp800 ribu. Jurusan khusus FMIPA Rp1 juta, dan kelas internasional sebesar Rp1,25 juta. “Biaya yang kita bebankan masih sangat murah,” tegasnya.

Untuk SDP, kata Kisyani Unesa menarik dengan jumlah bervariatif. SPMB I dan II berkisar Rp5-10 juta, kelas internasional sebesar Rp12,5 juta, dan jalur kemitraan mandiri senilai Rp20 juta.“Paling mahal memang jalur kemitraan. Dana yang dikumpulkan nanti akan dipergunakan untuk membantu pengembangan universitas,” terangnya.

Dalam jalur kemitraan ini, proses pendaftaran dilakukan dengan cara individu/perorangan. Meskipun pembiayaan kuliah mahasiswa itu ditanggung perusahaan atau kantor, Unesa tetap mencatat sebagai individu. Kondisi ini berbeda dengan jalur mandiri yang diterapkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Di ITS kemitraan harus diprioritaskan kepada perusahaan yang menjalin kerja sama dengan ITS.

Lebih lanjut, Kisyani menegaskan, proses perekrutan jalur mandiri telah ditata dengan baik. Pendaftaran gelombang 1 akan dibuka pada 1 Juli-15 Juli mendatang. Sedangkan gelombang ke-II dibuka 18 Juli-22 Juli. “Tentunya yang gelombang ke-II lebih mahal,” beber dia. Untuk jalur kemitraan mandiri, ungkap PR yang murah senyum ini, universitas tidak akan banyak membutuhkan jumlah mahasiswa.

Kuota jalur kemitraan mandiri ini sebesar 436 mahasiswa saja. Dengan jumlah kuota itu, Kisyani yakin kalau peminatnya bakal meledak. Apalagi, pendidikan guru sudah menjadi prioritas di masyarakat. “Unesa akan kebanjiran mahasiswa pendaftar baru. Orang yang ingin menjadi guru sangat banyak,” jelas Kisyani.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Isa Ansori mengatakan perguruan tinggi yang ada di Surabaya masih mengkomersialkan pendidikan. Padahal sesuai dengan UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pemerintah harus membiayai pendidikan bagi warga negara. Namun jika tidak mampu, maka pemerintah harus memperingannya.

“Yang terjadi kan univesitas seolah-olah memeras warga yang ingin melanjutkan kuliah,” katanya. Isa meminta pendidikan harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Artinya, semua universitas harus kembali mengubah niatnya untuk menjadikan dunia pendidikan mencerdaskan bangsa, bukan untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi. “Universitas itu untuk mendidik, bukan untuk mendapatkan kekayaan. Untuk itu harus kembali kepada khitah pendidikan,” ucap dia. (arief ardliyanto/sindo) (//rfa)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »