Getting Time...

Wawan, Doktor Indonesia Termuda di Maroko

Rifa Nadia Nurfuadah
Jum'at, 10 Juni 2011 10:26 wib
Arwani Syaerozi (Foto: situs PPI Maroko)
Arwani Syaerozi (Foto: situs PPI Maroko)
JAKARTA - Prestasi pria yang satu ini luar biasa. Dia meraih gelar doktor dalam usia 29 tahun.

Gelar tersebut diraih Arwani Syaerozi, mahasiswa program doktor pada Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Muhammad V Rabat. Dia menuntut ilmu di universitas ternama di Maroko tersebut sejak tahun ajaran 2007-2008. Tidak hanya meraih gelar doktor termuda dari Indonesia, Kang Wawan, demikian dia biasa disapa, juga menyelesaikan pendidikan doktornya tepat waktu.

Disertasinya yang berjudul Konsep Maqashid Syari'ah dalam Pengembangan Hukum Fikih; Prespektif AlKiya Harrasi, berhasil dipertahankannya pada sidang yang dihadiri Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, Tosari Widjaja beserta Ibu Mahjsusoh Ujiati, Staf KBRI Rabat, Pengurus Harian, dan Anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, serta Dosen utusan dari Ma'had Atiq Imam Nafi'-Tanger, dosen, dan mahasiswa Maroko.

Dalam disertasinya, pria lajang yang lahir dan besar di lingkungan Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat ini menulis, Al Kiya Harrasi (Wafat 1110 M/504 H) sebagai ulama tafsir bermadzhab Syafi'i memiliki konsep-konsep maqashid syari'ah dalam buku tafsirnya yang berjudul Ahkamul Qur'an.

"Dia juga dianggap sebagai salah seorang ulama yang menjadi motor kajian maqashid syari'ah. Dan Harrasi sebagai ulama Syafi'iyah, pemikiran-pemikirannya sangat tepat untuk diaplikasikan di Indonesia yang mayoritas masyarakat muslimnya bermadzhab Syafi'i," kata Kang Wawan seperti dikutip dari situs PPI Maroko, Jumat (10/6/2011).

Ketika itu, dewan penguji yang terdiri dari Dr. Abder Razak Eljay, Dr. Mohammed Qajwi, Dr. Ahmad Amharazy 'alawi, dan Dr. Abdel Karim 'Akiwi, menganugerahi Arwani gelar Doktor dengan predikat SUMMA CUMLAUDE (Musyarraf Jiddan).

Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh Kang Wawan di kampung halamannya. Dia melanjutkan pendidikan sarjana di fakultas Syari'ah dan Hukum Universitas al Ahgaff Yaman (2000-2004), kemudian menempuh studi master kajian Maqasid Syari'ah di Universitas Ezzitouna Tunisia (2005-2007).(rfa)
  • Arroziepriuk » 0 Tanggapan
    entah apa yg ada dalam pikiran dodee. yg ane tahu orang2 yg berpendidikan saling membantu ilmu pendidikan untuk menopang peradaban jaman supaya jangan jalan ditempat (diam)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • alisha » 0 Tanggapan
    Kang WaWan Selamat y,,,,,, *_~
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yuli » 0 Tanggapan
    Alhamdulillah. Satu lagi putra Indonesia yang mengharumkan nama bangsa di negri orang. Selamat, Kang Wawan. Semoga makin sukses ke depannya dan menjadi teladan + motivator bagi saudara sebangsa lainnya (termasuk saya). Tiada harta yang lebih berharga selain ilmu pengetahuan, dan salah satu amalan yang tiada pernah habis adalah ilmu yang bermanfaat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dodee » 1 Tanggapan
    tidak penting mana yang paling muda...ilmunya bermamfaat tidak...bangga dengan pendidikan tidak perlu...amal yang penting...
    • Yuli
      Sirik aja lo! Jelas prestasi Kang Wawan sangat membangggakan dan menambah deretan prestasi putra/putri bangsa Indonesia di negeri orang. Ini WAJIB kita hargai. Daripada ngendon di dalam negeri tapi korupsi mulu!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • H.Syamsuddin » 0 Tanggapan
    Salut dan bangga ada putra Negri ini spt itu smg anak cucu atau generasi kita ke depan makin baik lagi. Khususnya mendalami Ilmu Agama
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit