Foto: dok. pribadi
AKTIVITAS kemahasiswaan cenderung menurun karena jadwal kuliah yang sangat padat. Mahasiswa semester 1-4 yang seharusnya menjadi motor penggerak organisasi kemahasiswaan disibukkan dengan perkuliahan yang tiada henti. Mulai Senin sampai Jumat, mulai pukul 07.00 sampai pukul 21.00. Kapan mahasiswa bisa berorganisasi jika waktu kuliah seperti ini?
Tidak ada mahasiswa yang tidak ingin lulus tepat waktu. Oleh karena itu mahasiswa memilih untuk menjalankan perkuliahan sesuai jadwal. Tidak ada waktu untuk memikirkan organisasi atau bahkan tidak ada waktu untuk sekadar mengikuti kegiatan organisasi. Bukan mental mahasiswa saat ini yang harus disalahkan, tapi sistem kampus yang kurang mendukung kegiatan mahasiswa.
Birokrasi kampus seharusnya memberikan waktu kepada mahasiswanya untuk mengikuti kegiatan organisasi, tidak hanya menuntut mahasiswanya menjalankan kuliah dengan benar. Salah satu yang bisa dilakukan oleh birokrasi adalah dengan mengosongkan hari Jumat dari kegiatan perkuliahan, dan hari itu digunakan untuk kegiatan mahasiswa atau yang lainnya. Sekolah saja mau memberikan hari sabtu untuk kegiatan ekstrakurikuler, kenapa kampus tidak bisa?
Selain itu, birokrasi juga bisa saja mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti minimal satu organisasi kampus sebagai syarat untuk memperoleh beasiswa, misalnya. Dengan demikian sinergisitas antara birokrasi dan kegiatan kemahasiswaan tetap terjaga.
Pengelola kampus tentu tidak ingin menghasilkan lulusan yang biasa-biasa saja. Hal ini bisa saja terjadi jika para lulusan tersebut adalah orang-orang yang tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat, tidak mampu bekerja secara tim, atau bahkan tidak bisa berbicara di depan umum. Semua itu dapat dihindari dengan memberikan kewajiban kepada mahasiswanya untuk berorganisasi.
Terakhir yang terpenting yang mempengaruhi dinamika pergerakan mahasiswa adalah mahasiswa itu sendiri. Mental mahasiswa dari awal harus sudah dibentuk, bahwa perkuliahan berbeda dengan sekolah. Di perkuliahan mahasiswa menentukan sendiri kapan harus kuliah kapan tidak, sedangkan di sekolah semua sudah terjadwal dengan sangat mengikat. Oleh karena itu keberanian mahasiswa untuk membagi waktu untuk kuliah dan organisasi itulah yang penting.
Mahasiswa silahkan memilih kuliah pulang kuliah pulang (kupu-kupu), kuliah rapat kuliah rapat (kura-kura)atau kuliah nangkring kuliah nangkring (kunang-kunang). Tentunya masa depan ketiga jenis mahasiswa tersebut akan berbeda.
Khamdan Nuryanto
Mahasiswa Matematika FMIPA UNDIP
Staff Div.Kederisasi dan Internal IKAHIMATIKA Indonesia(//rfa)