Getting Time...

Presiden Benigno Menguliahi Mimpi Demokrasi

Rifa Nadia Nurfuadah
Selasa, 08 Maret 2011 16:53 wib
Presiden Filipina Benigno memberikan kuliah di UPH.  (Foto : Rifa NN/okezone)
Presiden Filipina Benigno memberikan kuliah di UPH. (Foto : Rifa NN/okezone)
TANGERANG - Sebuah negara tidak hanya dijalankan oleh penguasa, namun juga dengan hukum yang mengatur kekuasaan tersebut.

"Sebuah negara tidak hanya ditandai oleh kesamaan geografis, tetapi juga kesamaan pilihan dan sejarah di antara orang-orangnya," kata Presiden Filipina Benigno S Aquino III dalam kuliah umum di Universitas Pelita Harapan, Selasa (8/3/2011).

Politisi Partai Liberal Filipina ini, kekuasaan penguasa negara diatur salah satunya dengan cara demokrasi. Menurutnya, negara yang berdemokrasi adalah negara yang memperhatikan kebutuhan rakyatnya.

"Penguasa hendaknya memberdayakan rakyat untuk mencapai mimpi mereka. Itu yang sebenarnya menjadi mandat demokrasi," tutur Benigno menambahkan.

Pria kelahiran 51 tahun lalu ini menjelaskan, demokrasi mengandung tiga inti yakni  toleransi, tanggung jawab, dan evolusi. Dia menilai, evolusi dalam berdemokrasi menjadi nadi dalam perjuangan rakyat.

"Kita tidak bisa mengabaikan suara dan kekuatan rakyat," imbuhnya.

Di akhir kuliahnya, Benigno menyatakan, secara kolektif, kita sedang membangun masa depan. "Jika hari ini kita sukses, maka generasi muda akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kita," ujar Benigno.



Kuliah umum ini juga dihadiri oleh para duta besar, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh, dan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng.

Selain menjadi 'dosen' sehari, Benigno juga menerima gelar doktor honoris causa dari Fakultas Hukum UPH. Pemberian gelar tersebut adalah sebagai penghormatan atas berbagai jasa dan karya Benigno yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Filipina dan negara lain di dunia, khususnya dalam bidang hukum, keadilan, dan hak asasi manusia.(rhs)
TWITTER »
twit