Biaya Kuliah di PTN Tak Naik

Rabu, 02 Maret 2011 09:49 wib | -

Ilustrasi: ist. Ilustrasi: ist. SEMARANG – Perguruan tinggi negeri (PTN) di Semarang, Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Negeri Semarang (Unnes), sepakat tidak menaikkan biaya kuliah tahun ajaran 2011/2012.

Rektor Unnes Prof. Sudijono Sastroatmodjo mengatakan tidak adanya perbedaan biaya kuliah bagi mahasiswa melalui jalur SNMPTN maupun ujian mandiri (UM) sudah berjalan seperti tahun sebelumnya.

Mulai dari sumbangan pengembangan lembaga (SPL), sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP), biaya operasional pendidikan (BOP), maupun sumbangan sarana pendidikan (SSP) bagi seluruh mahasiswa dinyatakan sama. “Perbedaan biaya hanya terjadi pada program studi eksakta dan noneksakta. Meski begitu, perbedaannya juga tidak begitu besar, hanya berkisar Rp100 ribu,” katanya kemarin.

Biaya SPL tahun ajaran baru hanya dibayarkan sekali selama kuliah dengan besaran Rp5,9 juta. Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang berkisar Rp9–15 juta. Sementara biaya lainnya, seperti SPP, BOP, dan SSP dibayarkan tiap semester. “Masing-masing untuk SPP Rp400 ribu, BOP Rp450 ribu, dan SSP Rp600 ribu pada program studi eksakta, sedangkan yang nonesakta sebesar Rp500 ribu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, tahun ini Unnes mendapat tambahan kuota beasiswa full study Bidik Misi yang akan diberikan kepada 450 mahasiswa baru. “Jadi, selama delapan semester kuliah, penerima beasiswa ini tak perlu lagi mengeluarkan biaya sepeser pun. Mereka juga akan mendapatkan uang saku sebesar Rp600 ribu yang diberikan tiap bulannya,” paparnya.

Tak jauh beda dengan Unnes, Undip juga mengakomodasi kebutuhan bagi calon mahasiswa dari kalangan kurang mampu. Tahun ini Undip memiliki jatah 250 beasiswa Bidik Misi bagi calon mahasiswa tersebut. Di samping itu, Undip juga akan mengucurkan dana beasiswa senilai Rp1 miliar yang ditujukan untuk kurang lebih 1.600 mahasiswa kurang mampu yang nantinya akan menerima dana beasiswa Rp750 ribu per semester.

“Kami tahun ini akan mengakomodasi 20 persen siswa miskin yang diterima menjadi mahasiswa di Undip. Jika jumlah total mahasiswa baru 8.000 orang, sedikitnya sekira 1.600 mahasiswa akan bebas SPP setahun pertama,” kata Rektor Undip Prof. Sudharto. Bagi mahasiswa lain di luar penerima beasiswa, sejumlah biaya kuliah seperti SPP, PRKP, SPI juga tidak akan mengalami kenaikan. “Kalaupun ada Sumbangan Pengembangan Manajemen Pendidikan (SPMP), itu sifatnya sukarela bagi mereka yang berasal dari keluarga mampu,” ungkapnya. (susilo himawan/sindo) (rfa) (//rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 24
    April
    Kamis, 24 April 2014
    Serunya Ikut PNJ Fair 2014
  • 26
    April
    Sabtu, 26 April 2014
    Korean Culture Day 2014 di UI
  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป