Getting Time...

Merah Putih Berkibar di Titik Tertinggi Dunia

Kamis, 27 Januari 2011 10:59 wib
Tim Mahitala Unpar (Foto: Gin Gin/okezone)
Tim Mahitala Unpar (Foto: Gin Gin/okezone)
BENDERA Merah Putih akhirnya berkibar di puncak salah satu gunung tertinggi di dunia, Aconcagua, di Argentina. Merah Putih dikibarkan oleh Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (ISSEMU) 2009-2012.

Tim ISSEMU berhasil mencapai puncak Aconcagua pada Minggu, 9 Januari lalu, pukul 11.35 waktu Mendoza, Argentina atau pukul 21.35 WIB setelah melintasi tumpukan batu gamping berlapis salju pada ketinggian 6.962 meter di atas permukaan laut (mdpl). Aconcagua merupakan puncak kelima gunung tertinggi di dunia yang telah berhasil dicapai empat anggota Tim ISSEMU. Empat anggota tim itu yakni Sofyan Arief Fesa (27), Xaverius Frans (23), Broery Andrew (21), dan Agung Max Pribadi yang merupakan wartawan salah satu media cetak di Jakarta.

Mereka memulai rangkaian pendakian melalui Plaza Argentina pada 4 Januari 2011. Sementara satu anggota tim lainnya, Janatan Ginting (21), hingga kini masih dalam perjalanan menuju puncak, setelah terkendala masalah kesehatan ketika hendak memulai perjalanan menuju puncak. “Awal pendakian ini sempat terhambat karena Janatan Ginting ternyata tidak mendapatkan izin untuk melanjutkan perjalanan menuju kamp selanjutnya oleh dokter di Plaza Argentina karena ada cairan di paru-paru. Tetapi setelah dinyatakan sehat, dia melanjutkan sendiri pendakian ke puncak,” ungkap Sofyan Arief Fesa.

Pada hari ketiga pendakian, Tim ISSEMU bertolak menuju Kamp 1 (4.950 mdpl) dan bermalam di sana. Selanjutnya pada 5 Januari 2011 tim langsung menuju Camp 3 (5.300 mdpl) untuk dropping sebagian barang-barang mereka dan turun kembali ke Camp 1 untuk bermalam. Camp 3 adalah percabangan antara pertemuan dua jalur, yakni jalur Original Polish Glacier dan jalur normal. “Rute yang Tim ISSEMU lalui ini lebih dikenal dengan nama jalur Polish Traverse yang nanti akan bertemu di Camp Colera (5.970 mdpl),” tutur Ian, panggilan akrab Sofyan Arief Fesa.

Selanjutnya, kata Ian, berita dari posko Guardaparque menyatakan bahwa cuaca baik dapat mendukung pendakian berikutnya menuju Puncak Aconcagua. Tim pun dapat kembali bergerak menambah ketinggian menuju Camp Colera (5.970 mdpl) dan bermalam di sana.

Mereka menargetkan perjalanan dari Camp Colera hingga menuju puncak ditempuh dalam waktu 10 jam. Tetapi dengan persiapan yang matang, kondisi fisik dan cuaca yang juga menunjang, tim ternyata dapat menyelesaikan perjalanan ini 2,5 jam lebih cepat atau sekira 7,5 jam perjalanan. “Akhirnya Merah Putih berhasil dikibarkan dengan rasa haru dan bangga di Puncak Aconcagua. Bagaimana rasanya, saya sulit menggambarkannya dengan kata-kata. Tidak semua orang Indonesia bisa menancapkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia,” tutur Ian.
Tim ISSEMU kemudian berjalan turun dan tiba di Plaza Argentina pada 10 Januari 2011. ”Saat ini sedang diatur untuk beberapa opsi yang ada untuk memberangkatkan Janatan menuju Puncak Aconcagua. Dokter menyatakan kini Janatan pada kondisi yang prima untuk melakukan pendakian ke puncak. Seluruh operasi lanjutan akan diatur oleh saya sebagai ketua pendakian bersama rekan-rekan dari pihak Acomara,” kata Ian.

Duta Besar RI untuk Argentina Kartini Syahrir mengaku sangat salut atas keberhasilan Tim ISSEMU menaklukkan puncak Aconcagua. “Semua pencinta alam di dunia pasti mengakui bahwa Aconcagua adalah salah satu puncak ‘terangker’. Dan Tim ISSEMU berhasil mendakinya kemudian turun dengan selamat,” tutur Kartini. (atep abdillah kurniawan/sindo) (rfa)(//rhs)
  • ester » 1 Tanggapan
    WWuuuaahhhh KERREEEENN!!!!!!!! Salut dech bwt Anak Bangsa ^.^
    • Yogie
      Salam rimba kawan... Sungguh prestasi yg sangat membanggakan... Kwan2 dari mahitala telah mencapi 7 puncak tertinggi dunia... 2 jempol buan tim ISSEMU...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit