Getting Time...

Tim 7 Summits Unpar Kembali ke Tanah Air

Senin, 24 Januari 2011 10:36 wib
Tim Mahitala Unpar (Foto: Gin Gin/okezone)
Tim Mahitala Unpar (Foto: Gin Gin/okezone)
JAKARTA– Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Cecilia Lauw kemarin menyambut kedatangan Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar (Issemu) yang baru saja kembali ke Tanah Air setelah berhasil menaklukkan Puncak Gunung Aconcagua (6.962 mdpl) di Argentina.

Puncak Aconcagua merupakan target kelima dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia yang dijadwalkan didaki Tim Issemu dalam jangka waktu tiga tahun, 2009–2012. Ada empat anggota tim yang sudah tiba, yaitu Sofyan Arief Fesa, 27; Xaverius Frans, 23; dan Broery Andrew Sihombing, 21; semuanya Mahitala (Mahasiswa Pecinta Alam) Unpar dan Agung Max Pribadi, seorang wartawan. “Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan tak hanya bagi Unpar, tapi juga bagi Indonesia. Sebuah promosi yang tepat sekali bagi negara kita di level internasional,” kata Cecil di sela acara penyambutan Tim Issemu di Jakarta, kemarin.

Tim Issemu memulai pendakian Puncak Aconcagua melalui Plaza Argentina pada 4 Januari 2011 dan berhasil mencapai puncak pada 9 Januari 2011 pukul 11.35 waktu Mendoza atau pukul 21.35 WIB. Sebenarnya, Tim Issemu yang diturunkan ke Aconcagua terdiri atas lima orang. Satu anggota tim, Janatan Ginting, 21, hingga kemarin dikabarkan masih dalam perjalanan menuju puncak karena sempat kesulitan mengantongi izin dokter dengan alasan kondisi kesehatan. “Setelah kondisinya dinyatakan pulih, Janatan melanjutkan pendakian. Dia ditargetkan kembali ke Indonesia pada 8 Februari 2011,” papar Sofyan Arif Fesa.

Sebelumnya, puncak empat gunung tertinggi di dunia yang berhasil ditaklukkan Tim Issemu adalah puncak Carstensz Pyramid di Papua (4.884 mdpl) pada Februari 2009, Kilimanjaro di Kenya (5.895 mdpl) pada Agustus 2010, Elbrus di Rusia (5.642 mdpl) pada Agustus 2010, dan Vinson Massif di Antartika (4.897 mdpl) pada Desember 2010. Selanjutnya Tim Issemu akan mendaki Puncak Everest (8.848 mdpl) di Nepal dan Puncak Denali (6.194 mdpl) di Alaska, Amerika Utara.

Duta Besar RI untuk Argentina Kartini Syahrir yang juga hadir dalam acara penyambutan kemarin mengaku sangat salut atas keberhasilan Tim Issemu menaklukkan Puncak Aconcagua. “Semua pencinta alam di dunia pasti mengakui bahwa Aconcagua adalah salah satu puncak 'terangker'. Tim Issemu berhasil mendakinya kemudian turun dengan selamat,” tutur Kartini.

Ekspedisi ini disponsori secara penuh oleh PT Mudking Asia Pasifik Raya, sebuah perusahaan yang bergerak dalam penyediaan peralatan pengeboran dan produksi minyak dan gas bumi. Komisaris PT Mudking Asia Pasifik Raya Andry Sardjito mengatakan bahwa pihaknya menggelontorkan sejumlah dana dan menggelar beberapa kelas pelatihan bagi Tim Issemu sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR). “Kami akan melanjutkan dukungan untuk ekspedisi ini karena mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Ini keunggulan yang membanggakan,” tutur Andry.

Program yang disiapkan Mudking bagi Tim Issemu salah satunya adalah penekanan skill sebelum memulai ekspedisi ke Puncak Everest, Maret 2011. (atep abdillah kurniawan/sindo) (rfa)(//rhs)
TWITTER »
twit