USU Masih Buka Jalur Mandiri

Kamis, 20 Januari 2011 15:16 wib | -

Image: corbis.com Image: corbis.com MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) masih membuka jalur mandiri pada 2011-2012. Meskipun, sejumlah Perguruan Tinggi (PT) lainnya seperti Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah menutup jalur mandiri di tahun ajaran yang sama.

Hal ini seiring dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang mengharapkan pada tahun ini PT harus lebih memperhatikan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 60 persen dan seleksi lokal 40 persen. "Itu memang kan kebijakan dari Mendiknas, namun pelaksanaanya baru akan digelar di tahun akademik 2012. Sejauh ini USU masih membuka jalur mandiri, namun kita tetap pertimbangkan kebijakan tersebut untuk tahun ini,” ujar Humas USU Bisru Hafi, kemarin.

Bisru menjelaskan, sejauh ini pihaknya memang masih mempertimbangkan kebijakan dari Kemendiknas tersebut. Sebab hingga sekarang USU belum membuka pendaftaran mahasiwa dari jalur mandiri. “Kami masih pertimbangkan dululah. Sebab, penerimaan mahasiswa tahun ini juga kan masih di bulan Juni, jadi masih ada waktu untuk mempertimbangkannya,” ungkap Bisru.

Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed) Selamat Triono menyebutkan Unimed tidak pernah membuka penerimaan mahasiswa untuk jalur mandiri. Disebutkan Selamat yang juga Ketua Panitia Lokal Pelaksanaan SNMPTN Unimed, tahun ini pihaknya menerima 2.492 mahasiswa baru melalui ujian seleksi nasional. “Mereka merupakan 60 persen dari keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima, diperkirakan mencapai 4.500 mahasiswa,” kata Selamat.

Dijelaskan Selamat, 2.492 mahasiswa baru yang akan diterima melalui seleksi nasional tersebut sebagian besar melalui ujian tulis SNMPTN (50 persen) dan melalui jalur undangan (10 persen) dari total keseluruhan mahasiswa baru yang akan diterima. Jalur undangan ini sama seperti jalur Panduan Minat dan Prestasi (PMP).

Kebijakan untuk menimalisasi penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri ini disambut baik oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Sumut. “Langkah yang diambil Mendiknas ini sudah tepat. Sebab, selama ini jalur mandiri yang dibuka oleh PTN merupakan pelecehan terhadap Pemerintah karena pemerintah disuruh mencari uang sendiri,” ujar Ketua APTISI Sumut Bahdin Nur Tanjung di dampingi Sekretaris APTISI Sumut, Uchwatul Akhyar.

Selama ini, kata Bahdin ada ketimpangan yang dirasakan mahasiswa yang kuliah di PTN. “Selama ini mahasiswa yang masuk memiliki kualitas yang baik. Namun, apa jadinya, kalau yang kuliah di sana kebanyakan adalah mahasiswa yang memiliki uang?" ujarnya.

Tak hanya itu, dia menilai, jalur penerimaan mahasiswa mandiri juga merupakan kebijakan yang tidak adil. Sebab, dalam UU Sistem Pendidikan Nasional disebutkan, hak dan kewajiban antara PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) adalah sama.  “Dalam UU sudah diisyaratkan kedudukan PTS dan PTN itu tidak dibedakan dan memiliki tanggung jawab yang sama,” tegas Bahdin.

Rektor Institut Teknologi Medan (ITM) Ir. Mahrizal Masri, MT. mengatakan, keberadaan program jalur mandiri hanya memiliki konsep untuk menguntungkan pimpinan universitas. Namun kurang memperhatikan mutu pendidikan tingginya. Dampak dari dibukanya program jalur mandiri ini akan mematikan institusi PTS saja. Dia juga mengatakan, program jalur mandiri oleh pemerintah pusat awalnya ditujukan bagi mahasiswa Indonesia agar tidak kuliah di luar negeri.

Namun kenyataannya, program jalur mandiri itu diminati oleh mahasiswa yang mampu sehingga banyak mahasiswa pintar tapi kurang mampu tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. (lia anggia nasution/sindo) (rfa) (//rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

  • 27
    April
    Minggu, 27 April 2014
    Menggila di Hammersonic 2014
  • 02
    Mei
    Jum'at, 02 Mei 2014
    ITS Expo 2014

SPEAK UP

Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini

Dulu, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar bisa setara dengan laki-laki; dalam pendidikan dan banyak hal. Setelah kesetaraan gender tersebut tercapai, bagaimana kita bisa mengisi refleksi perjuangan Kartini?  Kirimkan opinimu melalui rubrik Suara Mahasiswa Periode 21-27 April 2014 dengan tema "Refleksi Perjuangan Kartini di Masa Kini" melalui email ke alamat kampus@okezone.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA ยป