Idul Adha Bagi Mahasiswa Indonesia Mesir

Selasa, 16 November 2010 15:16 wib | -

Idul Adha Bagi Mahasiswa Indonesia Mesir Image: corbis.com KETIKA sang surya telah kembali keperaduannya, terdengar sahut-sahutan suara adzan dari  seluruh mesjid di negeri Kinanah ini. Maghrib telah masuk, disambut gembira oleh mereka yang berpuasa Arafah siang itu. Selepas shalat maghrib terdengar lantunan Takbir, Tahmid dan Tasbih di seluruh pelosok penjuru negeri Musa ini.  Pertanda besok(Hari ini) telah memasuki tanggal 10 Zulhijah, hari ketika umat Islam seluruh penjuru dunia merayakan Hari Raya Idul adha.  
Pada tahun ini kembali terjadi perbedaan pada penetapan hari Raya Idul Adha, dengan beberapa persepsi hari ini dan Rabu, 17 November 2010. Namun itu hanya sebuah ijtihad penetapan waktu, karena mengingat bulan tak lagi bisa dilihat oleh mata telanjang, apalagi bulan baru yang mengharuskan untuk memakai alat canggih(teropong bulan) untuk melihatnya. Karena ini hanya ijtihad ulama kita, maka sebagai umat Islam kita diberi kemudahan untuk memilih, yang mau Selasa silahkan! Yang mau Rabu juga tidak ada masalah.
 
Kebahagiaan hari Id ini dirasakan oleh seluruh umat muslim pagi itu, tidak terkecuali  masyrakat Indonesia di Mesir (MASISIR), terlihat dengan wajah berseri-seri, mengingatkan kita kembali akan 4.000 tahun yang lalu. Mengingatkan kita kepada sosok yang telah mengubah jalur kehidupan kita, kepada mereka yang telah meletakkan panji-panji tauhid dalam hati kita. Mereka yang telah berkorban untuk tuhan yang mereka sembah(Allah). Dialah yang membangun KA`BAH itu, yang awalnya hanya ditawafi oleh tiga orang saja, namun sekarang rumah Allah itu ditawafi lebih dari satu juta umat muslim dunia. Mereka adalah Ibrahim, istrinya Siti Hajar, dan anaknya Ismail.
 
Mesjid Assalam tidak asing lagi bagi Masisir. Inilah masjidnya Indonesia, bisa dikatakan begitu, karena setiap Hari Raya masjid inilah yang menjadi saksi hari kebahagiaan masyarakat Indonesia Mesir terutama bagi mereka yang menuntut Ilmu di Negeri Al Azhar Ini. Di masjid ini kembali kita dipertemukan, yang telah lama berkecimpung dengan kuliah dan urusan masing-masing. Maka pada hari itu. Di masjid itu silaturrahim itu mulai diruju’ kembali.  Ahlan…… (welcome) kalimat inilah yang sering terucap dari mulut Azhari (sebutan bagi Mahasiswa Indonesia yang kuliah Di Azhar).
 
Terlihat juga para pembesar Indonesia di Mesir (KBRI), mulai dari duta besar sampai seluruh jajarannya, mereka berkecimpung dan membaur dengan masyarakat Indonesia di Mesir, dan selain itu mereka (Red: KBRI) juga menyediakan makanan ala Indonesia untuk disantap gratis pada pagi raya itu.
 
Dari tulisan ini, terselip sebuah harapan untuk kita semua, sebagai seorang pemimpin dan kepala rumah tangga. Mari teladani kepemimpinan dan manusia agung itu Ibrahim, sebagai seorang anak mari teladani sifat nya anak soleh ini Ismail dan sebagai seorang Ibu, siti Hajar teladan bagi mereka. Semoga dengan itu semua negeri kita menjadi salah satu negeri yang Di doakan oleh Nabi Ibrahim “Dan ingatlah tatkala Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berilah rezeki kepada penduduknya berupa buah-buahan yang banyak,”(Surat Al Baqarah: 126).

Sehingga menjadi negeri yang Baldatun thoyyibatun warobbun Ghofur. Selamat Idul Adha 1431 H. Mohon maaf lahir dan bathin. Kullu sanah wa antum bi khoir.
 
Muhammad Arzil Yusri*
Mahasiswa Fakultas Ushuludin
Universitas Al Azhar Cairo-Mesir

 
(rfa)

(//rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Mahasiswa dan Suara Politik

Dalam urusan memilih pemimpin, apakah suara mahasiswa dalam pemilu juga penting dan ikut menentukan nasib bangsa di masa depan? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 29 Juni - 6 Juli 2014 dengan tema "Mahasiswa dan Suara Politik" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »