STKS Bandung Juara Festival Musik Kolaborasi Etnis

Senin, 28 Juni 2010 16:00 wib | Koran SI - Koran SI

STKS Bandung Juara Festival Musik Kolaborasi Etnis       Ilustrasi pemain gamelan (istimewa) GARUT – Untuk melestarikan budaya daerah, Festival Musik Kolaborasi Etnis IV Tingkat Jawa Barat 2010 kembali digelar di Gedung Bale Paminton Garut, Minggu, 27 Juni, kemarin.

Event bertajuk Hidupkan Musik di Dalam Jiwamu ini mempertemukan sedikitnya 12 peserta dari kabupaten/kota di Jawa Barat.Tampil sebagai juara satu adalah STKS Bandung, kedua Kota Tasikmalaya, ketiga Kabupaten Karawang, keempat Kota Cirebon, dan kelima Grup Paketrok Kabupaten Garut. Sementara peserta lainnya dari Kota Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Purwakarta, Karawang, Majalengka, dan Kabupaten Subang.

Selain STKS Bandung, perwakilan berbagai universitas daerah juga hadir seperti Universitas Garut dan Unwil Indramayu yang ikut memeriahkan acara sejak pukul 09.00 WIB ini. Sebagai tuan rumah, Kabupaten Garut menurunkan dua grup kesenian, yaitu Grup Karinding dan Grup Paketrok. Para peserta memainkan alat-alat musik yang merupakan gabungan tradisional seperti kendang, angklung, dan lainnya dengan akustik modern seperti gitar.

Tidak ada batasan berapa jumlah lagu yang harus dibawakan. Namun, setiap grup musik rata-rata bermain 7-14 menit. Kekompakan dan keindahan seni menjadi nilai utama dalam penilaian setiap para peserta. Sejumlah juri penilai adalah Adji Sapoetra, M Rudiana, Retno, Sony MS, dan lainnya. Ajang yang memperebutkan piala bergilir Gubernur Jawa Barat dan piala Bupati Garut ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Garut Dicky Chandra serta sejumlah pimpinan instansi lain.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Yati Rohayati mengatakan, acara ini diselenggarakan untuk mewujudkan citra pariwisata yang mampu bersaing di era global. ”Ini adalah acara rutin tahunan Kabupaten Garut untuk melestarikan budaya daerah sebagai nilai jati diri orang Sunda guna mewujudkan citra pariwisata Garut khususnya, dan Jawa Barat umumnya, yang memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global,”ungkap Yati kepada Seputar Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Garut Dicky Chandra mengharapkan ajang ini akan mampu menumbuhkan seniman muda yang mampu merespons perkembangan zaman, namun tidak mengabaikan keberadaan seni tradisional sebagai identitas diri. ”Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh seniman muda yang mampu merespons perkembangan zaman tanpa harus mengancam eksistensi seni budaya daerah. Oleh karena itu, dinamika seni budaya daerah dapat didorong dengan karsa, daya, dan karya,” ujar Dicky. (Koran SI/Koran SI/rhs)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

SPEAK UP

Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia

Tahun ini Republik Indonesia memasuki usia 69 tahun. Bagaimanakah anak muda memaknai dan mengisi kemerdekaan Tanah Air? Kirimkan pendapatmu melalui rubrik Suara Mahasiswa periode 15-22 Agustus 2014 dengan tema "Kemerdekaan di Mata Anak Muda Indonesia" ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.
. Jangan lupa sertakan data diri dan fotomu yang paling gaya, ya.

BACA JUGA »